Mayjen Budi Pimpin Evakuasi Korban Longsor PETI Bakan

Mayor Jenderal Nugroho Budi, Deputi Bidang Operasi Basarnas memimpin langsung proses evakuasi. Budi berkata, tim gabungan

Mayjen Budi Pimpin Evakuasi Korban Longsor PETI Bakan
ISTIMEWA
Tim dari Marinir TNI AL turut membantu evakuasi korban di pertambangan emas Bakan, Lolayan, Bolmong, Kamis (28/2/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Mayor Jenderal Nugroho Budi, Deputi Bidang Operasi Basarnas memimpin langsung proses evakuasi. Budi berkata, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bolmong, TNI, Polri, PMI, pihak perusahaan dan warga serta keluarga sudah berupaya semaksimal mungkin untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.

Datanya sudah ada 8 orang meninggal dan 19 orang luka-luka saat dievakuasi, totalnya 27 orang. Seluruh tim sudah berusaha dengan keras dan maksimal, namun Tuhan menghendaki yang lain. "Manusia boleh berusaha namun Tuhan yang menentukan," ujar Budi.

Basarnas belum bisa memastikan berapa banyak korban yang masih tertimbun longsor di dalam lubang tambang. Sebab para penambang berasal dari warga di daerah-daerah sekitar serta mereka didalam lubang tidak saling mengenal.

Proses evakuasi dilanjut Jumat hari ini. Fery Arianto dari Basarnas Sulut menyampaikan, proses akan terus berlangsung.
"Jumat 1 Maret tim gabungan rencananya akan melakukan penggalian di lokasi menggunakan alat berat dari perusahaan," ujarnya.

Kata dia, nama-nama korban sangat sulit dilacak sebab lokasi tersebut ilegal. Bahkan, ada satu korban yang meninggal saat dievakuasi langsung dibawa keluarga tanpa pengetahuan BPBD dan Basarnas.

Amatan Tribun Manado di lokasi kejadian, posisi tambang tersebut memang sangat berbahaya dengan tingkat kemiringan 90 derajat. Selain itu, tim gabungan kesulitan melakukan evakuasi karena harus menggunakan peralatan seadanya.

Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow bersama pihak kepolisian terus mengimbau penambang. "Kegiatan pertambangan tradisional dan ilegal sangat berbahaya dan tidak memiliki pengalaman di bidang pertambangan," ucap Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow, Kamis kemarin.
Nantinya saat sudah ada pertambangan rakyat, maka masyarakat bisa mengusulkan izin.

"Saya beberapa kali menyampaikan kepada masyarakat kalau mereka tidak bisa membuat surat yang baik kepada Gubernur meminta pertambangan rakyat, maka Pemda Bolmong akan membantu, mempermudah warga yang berprofesi sebagai penambang," jelasnya.

Apabila sudah ada izin pertambangan rakyat, maka akan diawasi pemda sampai pemerintah pusat. "Dalam lokasi kontrak karya pemerintah dengan PT JRBM, kalau ada aktivitas warga secara ilegal itu adalah kewenangan polisi melakukan penyidikan sebab sudah melanggar," kata Yasti. (kel)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved