Kadin:Jerman Butuh Banyak Tenaga Kerja Dari Luar

Wakil Ketua Umum kadin Sulut bidang KHI Anton Supit mengatakan Jerman sekarang sangat perlu datangkan tenaga kerja dari luar

Kadin:Jerman Butuh Banyak Tenaga Kerja Dari Luar
NET
Logo Kadin 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Wakil Ketua Umum kadin bidang KHI Anton Supit mengatakan Jerman sekarang sangat perlu datangkan tenaga kerja dari luar. Syaratnya bisa bahasa Jerman

"Kalau BLK Tondano mau di aktifkan dan butuh bantuan Kementerian tenaga Kerja  atau Dirjen Binalattas harap dikabarkan. Minggu lalu saya ketemu 20-an anak-anak muda dari Bali dan Sumut bekerja di hotel-hotel di daerah Bernkastel. Umumnya tamatan SMA atau SMK. Mereka di kirim oleh agen di Indonesia," katanya melalui aplikasi Whatsapp dari Jerman.

Di Jerman kata Supit, masuk SMK pariwisata, tidak membayar uang sekolah dan dapat gaji (uang saku) yang cukup untuk dikirim ke Indonesia, kepada orang tua mereka. 

"Kalau ada yang berminat nanti kami bantu melalui IHK Trier Jerman, mereka bekerjasama dengan Kemenko Perekonomian," ujarnya.

Ia mengatakan harus disadari bahwa dengan adanya IR 4.0 tidak berarti Industri 1,2 dan 3 akan habis sebab ada yang memang tidak perlu ke IR 4.0.

Baca: Minta Diisi Sumbangan Buat Sandiaga, Ketua Kadin Jatim Sebar Amplop Kosong kepada Pengusaha

"Inti dari 4.0 adalah peningkatan efisiensi dan produktivitas dengan mengkolaborasikan semua unsur yaitu digitalisasi,fintek dan lain-lain termasuk meningkatkan kolaborasi pemerintah dan private sektor agar produksi lebih efisien dan konsumen akan mendapatkan barang lebih baik kualitasnya,cepat dan murah," katanya

Ia mengatakan karena itu SDM menjadi sangat penting.  "Ben Bernanke mantan ketua The Fedi pernah katakan : No economy can succeed without a high-quality workforce, particularly in an age of globalization and technical change.  (Tidak ada ekonomi yang dapat berhasil tanpa tenaga kerja berkualitas tinggi, terutama di era globalisasi dan perubahan teknik)," katanya.

Sistem vokasi katanya harus berjalan dengan sukses.  "Bukan dalam arti program vokasi saja yang kita harus lakukan (tanpa koordinasi) tapi justru sistim vokasi nasional yang harus kita sepakati bersama," katanya. (dma)

Berita Populer: Mimpi Gigi Copot, Benarkah Ada Keluarga yang Akan Meninggal? Begini Penjelasannya!

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved