Breaking News:

Tim DVI Biddokkes Polda Sulut Kerahkan Personel Bantu Bencana Longsor Tambang Bakan

tim DVI Biddokkes Polda Sulut turun dengan 1 orang personel, terdiri dari 3 orang dokter, 5 paramedis dan dua diver.

Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Utara (Sulut), menurunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan korban musibah ambruknya lokasi penambangan emas tanpa izin atau yang kerap disebut Peti di Bakan 

DVI Biddokkes Polda Sulut Kerahkan Personel Bantu Bencana Longsor Tambang Bakan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sulawesi Utara (Sulut), menurunkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam penanganan korban musibah ambruknya lokasi penambangan emas tanpa izin atau yang kerap disebut Peti di Bakan.

Peristiwa itu terjadi di di lokasi tambang rakyat Desa Bakan atau yang terkenal dengan sebutan 'super busa', Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow pada hari Selasa (26/2/2019 ).

"Jadi tim DVI Biddokkes Polda Sulut turun dengan 1 orang personel, terdiri dari 3 orang dokter, 5 paramedis dan dua diver. Serta 1 mobil ambulans, 2 kendaraan DVI dan back satu unit ambulans dari Polres Kotamobagu," kata dr Paula Lihawa MForSc anggota tim DVI Polda Sulut yang juga Katim Post Mortem kepada Tribun Manado melalui sambungan telpon, Kamis (28/2/2019).

Baca: Asosiasi Penambang Rakyat Desak Pemerintah Keluarkan Izin WPR Tambang Bakan

Baca: Polda Sulut Kerahkan Anjing Pelacak di Lokasi Ambruknya Tambang Bakan

Baca: Longsor Tambang Bakan, Dua Korban Meninggal Dievakuasi Dini Hari

Data terkini yang dihimpun tim DVI Biddokkes Polda Sulut untuk korban meninggal dunia (MD) 8 orang, satu sudah teridentifikasi dan satu lagi belum.

Rabu malam ada 2 lagi jenazah yang dibawa ke tim DVI Biddokkes Polda Sulut di RSUD Kotamobagu di Kelurahan Pobundayan.

Sejauh ini tim DVI Biddokkes Polda Sulut sedikit terkendala dalam melaksanakan identifikasi jenazah yang menjadi korban, yaitu datang dari masyarakat yang belum begitu memahami dan paham dengan tugas dari tim DVI.

"Masyarakat masih memakai metode mengambil langsung jenazah yang mereka kenali dengan kondisi jenazah tidak bagus. Identifikasi perlu dilakukan untuk menghindari salah jenazah apalagi pada kasus bencana," terangnya.

Bupati Bolmong dan Wali Kota Kotamobagu mengunjungi korban di tambang Bakan
Bupati Bolmong dan Wali Kota Kotamobagu mengunjungi korban di tambang Bakan (Tribun manado / handhika dawangi)

Tim DVI Biddokkes Polda Sulut masih akan melanjutkan identifikasi jenasah korban musibah bencana hingga ada keputusan operasi evakuasi dan identifikasi dihentikan.

Tim DVI berangkat ke Bolmong pada Rabu (28/02/2019), pagi kemudian membuka Posko laporan orang hilang (Pos Ante Mortem), di Pos 1 JRBM dan Pos Post Mortem DVI, di Kamar Jenazah Rumah Sakit Pobundayan.

Di Pos Ante Mortem, hingga Rabu siang petugas menerima 11 laporan orang hilang dari pihak keluarga korban.

Kapolda Sulut, Irjen Pol R Sigid Tri Hardjanto melalui Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, Polda Sulut dan jajaran terus berupaya membantu penanganan secara maksimal.

"Kami menugaskan para personel disertai peralatan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait dalam penanganan kejadian tersebut," kata Tompo.(crz)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved