News Analysis
Terkait Longsor Tambang Bakan, Pengamat Sebut Pindahkan Barang pun Harus Dianalisa Risikonya
Biasanya semua memakai pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Penulis: | Editor: Alexander Pattyranie
Terkait Longsor Tambang Bakan, Pengamat Sebut Pindahkan Barang pun Harus Dianalisa Risikonya
News Analysis oleh:
Fens Andrei Wowor
Mantan Pekerja Tambang Profesional Sejak Tahun 2000
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Biasanya semua memakai pedoman Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH).
Itu diawasi oleh Direktorat Jenderal Mineral, Batubara, dan Panas Bumi.
Itu diaplikasikan dengan meeting pendahuluan.
Itu dilakukan setiap pagi sekitar 15 menit.
Pekerjaan dan aktivitas itu harus melalui analisa JSEA (Job Safety Environment Analysis).
Memindahkan barang pun dianalisa risikonya.
Formulir JSEA itu ditandatangani mandor.
Analisa itu meminimalisasi risiko pekerjaan.
Semua perusahaan harus melakukan analisa itu.
Termasuk di dalamnya tambang rakyat.
Di Minut perusahaan tambang mengikuti analisa itu.
Termasuk di dalamnya pertambangan di Likupang.
Setelah analisa, pekerjaan bisa dilakukan.
Baginya, prosedur K3LH yang sama akan jadi habit (kebiasaan).
Itu membantu mengurangi resiko.
Peralatan kerja biasanya sama.
Ada helmet, kaca mata dan lain sebagainya.
Yang berbeda kepatuhan terhadap prosedur K3LH.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/terkait-longsor-tambang-bakan-pengamat-sebut-pindahkan-barang-pun-harus-dianalisa-risikonya.jpg)