PSSI Mengantongi Fasilitas Pinjaman US$ 21 Juta

PT Pelita Samudera Shipping Tbk mendapatkan tambahan sumber pendanaan. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PSSI

PSSI Mengantongi Fasilitas Pinjaman US$ 21 Juta
Google
Bursa Efek Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Pelita Samudera Shipping Tbk mendapatkan tambahan sumber pendanaan. Rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PSSI Pelita Samudera pada Senin (25/2) merestui perolehan fasilitas pinjaman senilai US$ 21 juta dari ICICI Bank Limited cabang Singapore.

Tenor pinjaman selama lima tahun sembilan bulan. "Dari pinjaman tersebut, kami juga memperoleh hedging sebesar US$ 10 juta, di mana dana tersebut bisa digunakan jika diperlukan saja," kata Adi Hartadi, Head of Investor
PT Pelita Samudera Shipping Tbk usai RUPSLB di Jakarta, Senin (25/2).

RUPSLB juga menyetujui fasilitas pinjaman dari kreditur lain berupa foreign exchange dari Citibank Jakarta senilai US$ 5 juta. Perusahaan berkode saham PSSI di Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut akan menggunakannya sejauh diperlukan saja.

Adapun rencana penggunaan kredit tahun ini untuk menambah armada kapal. Pelita Samudera berniat mendatangkan lima kapal hingga enam kapal baru.

Dua kapal kelas supramax  sudah terealisasi. Salah satunya, yakni Kapal Daidan Pertiwi senilai US$ 10,5 juta yang datang pada Januari 2019. Pelita Samudera sudah melunasi seluruh biaya pembelian.

Satu kapal lain yaitu Kapal Daidan Mustikawati senilai US$ 9,67 juta yang hadir mulai pertengahan Februari ini. Pelita Samudera sudah merogoh kas internal untuk membayar 10% dari total harga. Selebihnya, akan mereka lunasi dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman.

Pengadaan kapal akan berlanjut pada semester II 2019. Pelita Samudera akan menambah dua unit kapal kelas supramax serta membeli kapal tunda dan tongkang. "Namun penambahan ini bisa dilakukan jika permintaannya tinggi," terang Adi.

Pelita Samudera berharap, belanja kapal tahun ini sejalan dengan pertumbuhan kinerja. Perusahaan tersebut mengincar kenaikan pendapatan sekitar 25%-30% year on year (yoy). Adapun target pertumbuhan margin laba sebesar 8%-9% yoy.

Manajemen Pelita Samudera melihat, prospek bisnis angkutan kapal tahun ini masih menjanjikan. Mereka mengandalkan pertumbuhan pendapatan dari PT Perusahaan Listrik Negara alias PLN sebagai pelanggan utama. Selain itu, Pelita Samudera berharap makin banyaknya kawasan industri dan fasilitas pengolahan bijih mineral dan nikel akan mendorong permintaan kapal angkut.

Dalam keterbukaan informasi BEI pada 8 Februari 2019 lalu, Pelita Samudera mengabarkan pendapatan non audit tahun lalu sekitar US$ 63,5 juta. Capaian tersebut tumbuh 29,57% ketimbang realisasi pendapatan tahun 2017 yakni US$ 49,01 juta.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved