Polisi Periksa 10 Saksi, Kasus Video "jika Jokowi Terpilih, Tak Ada Lagi Azan"

Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 3 emak-emak Karawang yang disangka menghina Jokowi dan melanggar UU ITE dan KUHP

Polisi Periksa 10 Saksi, Kasus Video
Tribunwow
Sebuah video berisikan dugaan kampanye hitam terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Maruf, beredar di media sosial. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Polisi melakukan pemeriksaan maraton terhadap 3 emak-emak Karawang yang disangka menghina Jokowi dan melanggar UU ITE dan KUHP. Ketiga emak-emak Karawang , Jawa Barat, itu kini ditahan.

Polisi memeriksa 10 saksi terkait video "jika jokowi terpilih, tak ada lagi azan".

Pemeriksaan terhadap saksi dilakukan secara maraton.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah menetapkan tiga perempuan atau 3 emak-emak Karawang, Jawa Barat, menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

"Sampai saat ini ada 10 saksi yang kami periksa, yakni masyarakat, tokoh agama atau masyarakat yang tahu video tersebut, termasuk bapak-bapak yang diajak bicara oleh tersangka," kata Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra saat dikonfirmasi Kompas.com di Mapolres Karawang, Rabu (27/2/2019).

Nuredy mengatakan, pemeriksaan 3 emak-emak Karawang dilakukan secara maraton untuk pemenuhan alat bukti dan unsur pidana sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.

Ketiga perempuan berinisial ES, IP, dan CW ditahan di Polres Karawang.

Penahanan tersebut dilakukan atas pelaporan dari masyarakat, salah satunya LPBH NU.

Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra (nomor dua dari kanan). Tiga atau 3 emak-emak Karawang, Jawa Barat, ditangkap polisi karena menyebarkan ujaran kebencian dan diuga melanggar UU ITE dan KUHP.
Kapolres Karawang AKBP Nuredy Irwansyah Putra (nomor dua dari kanan). Tiga atau 3 emak-emak Karawang, Jawa Barat, ditangkap polisi karena menyebarkan ujaran kebencian dan diuga melanggar UU ITE dan KUHP. (KOMPAS.com/FARIDA FARHAN)

Tiga emak-emak Karawang itu diamankan terkait video dugaan kampanye hitam terhadap Jokowi.

Ketiganya diancam Pasal 28 Ayat (2) jo Pasal 45A Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan/atau Pasal 14 atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab.
Emak-emak di Karawang, Jawa Barat, ini mendatangi rumah warga memberikan informasi keliru jika calon tertentu menang pada Pilpres 2019 maka tidak akan ada lagi azan, perkawinan LGBT disahkan, dan tidak ada lagi yang memakai jilbab. (@indozone.id)
Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved