Sri Mulyani: Orang Terkaya Bukan Pengusaha Berlian

Fenomena pergeseran model binsis yang lebih berpusat pada pelanggan (customer centris) muncul pada era revolusi industri 4.0.

Sri Mulyani: Orang Terkaya Bukan Pengusaha Berlian
ANIS EFIZUDIN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan) menunjukkan piala pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan Finance Minister of the Year for East Asia Pacific Awards dari majalah ekonomi Global Markets. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin/wsj/2018. 

Namun suasana menjadi riuh. Para pengusaha tertawa setelah mendengar kata unicorn yang diucapkan Sri Mulyani. Ani pun menghentikan pidatonya beberapa detik. Ia terlihat bingung. Ia pun menanyakan kenapa para pengusaha tertawa.

"Loh kok ketawa? Kayanya baru menonton sesuatu nih," kata Sri Mulyani yang justru membuat suasana kian riuh dengan tawa para pengusaha tertawa.

Topik bahasan Unicorn memang menjadi primadona di debat capres kedua pada Minggu (17/2). Bahkan para netizen ramai membahas Unicorn pasca-debat rampung.

Unicorn ramai jadi perbincangan setelah Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyatakan khawatir perkembangan unicorn justru mempercepat larinya dana asal Indonesia ke luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan setelah Capres nomor urut 01 Joko Widodo menanyakan strategi Prabowo membangun infrastruktur untuk mendorong unicorn asal Indonesia.

Pada kesempatan lain, Sri Mulyani memaparkan proyeksi Indonesia 2045 atau satu abad kemerdekaan di hadapan ribuan mahasiswa di kampus Universitas Bengkulu, Jumat (22/2).

Ia mengatakan, pada 2045 populasi penduduk Indonesia mencapai 309 juta. Pada saat itu,  lebih dari 75 persen penduduk akan tinggal di kota. Sebanyak 52 persen adalah penduduk usia produktif.

"Artinya piramida penduduk sudah seimbang antara usia produktif dan non produktif. Apabila ekonomi terjaga, income per kapita mencapai 29.300. Itu sudah masuk negara high income country meskipun masih tahap awal," ujar Sri Mulyani. Ia mengatakan, pada saat itu sekitar 73 persen penduduk Indonesia akan bekerja di sektor jasa. (kompas.com)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved