Relawan Jokowi-Prabowo Adu Taktik: Sisir Rumah Kopi hingga Korban Banjir

Perang relawan calon presiden dan calon wakil presiden terasa hingga ke daerah. Di Sulawesi Utara, ada banyak relawan pasangan capres-cawapres

Kompas.com/Fitria Chusna Farisa
Agum Gumelar bersama Relawan Bravo Cijantung di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Selatan, Selasa (5/2/2019). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Perang relawan calon presiden dan calon wakil presiden terasa hingga ke daerah. Di Sulawesi Utara, ada banyak relawan pasangan capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Mereka punya cara dan strategi khusus untuk menarik pendukung. Relawan Gerakan Nasional Cinta Prabowo (GNCP) Sulut misalnya menyisir setiap rumah kopi (kafe) untuk kampanyekan jagoannya.

Setiap kali perbincangan para pengunjung rumah kopi menyerempet ke pilpres, relawan GNCP akan turut serta.
Mereka akan memaparkan kondisi terkini bangsa, alasan mengapa harus ada pergantian kepemimpinan dan pada akhirnya membeber program Prabowo.

"Kami berupaya meyakinkan warga agar memilih Prabowo," kata Sumarto Samudara, Ketua DPD GNCP Sulut kepada tribunmanado.co.id di Rumah Juang Prabowo-Sandi di Kelurahan Tikala, Kecamatan Tikala, Kota Manado, Senin (25/2/2019).

Kata dia, cara itu cukup manjur. Banyak warga
yang berhasil dipengaruhi untuk memilih Prabowo.
"Kami pakai metode itu, ada peluang langsung masuk, kemudian target akan didekati secara pribadi, kami bimbing hingga ia benar yakin memilih Prabowo," katanya.

Kian banyaknya warga yang memilih Prabowo, nampak dalam postur GNCP. Kini GNCP punya ribuan anggota.
"Dulunya kami hanya seratus, kini jumlahnya meningkat pesat. Untuk Manado saja ada 5.000 relawan, di Bolmong ada sekitar 1.800 relawan, belum di daerah lainnya, kami kini eksis di semua daerah di Sulut," kata dia.

Sebut dia, selain door to door dan berkunjung ke masyarakat, GNCP juga memanfaatkan media sosial untuk mensosialisasikan program Prabowo. Cara itu ampuh meredam hoaks bertubi-tubi terhadap Prabowo.

"Tantangan kami di Sulut adalah ketika Prabowo disebut hanya mendukung agama tertentu, padahal Pak Prabowo adalah nasionalis sejati, ibunya Kristen, kakaknya juga Kristen, ini yang harus diluruskan," kata dia. \

Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto bertemu ratusan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Talim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo, Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (8/2/2019).
Calon Presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto bertemu ratusan emak-emak yang tergabung dalam Forum Komunikasi Majelis Talim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API). Pertemuan tersebut digelar di kediaman Prabowo, Desa Bojong Koneng, Bukit Hambalang, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, (8/2/2019). (Dok. Tim media pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno)

Diungkapnya, GNCP berupaya untuk menjangkau semua masyarakat. Sebut dia, ada badan khusus GNCP yang mengurusi kaum milenial dan emak.
"Dua-duanya kami garap, emak-emak sangat fanatik
sementara kaum milenial punya potensi besar," kata dia.

Dikatakannya, GNCP punya keunggulan. GNCP, sebut dia, punya militansi luar biasa. "Anggota sini bergabung berdasarkan keikhlasan penuh mendukung Prabowo, kami tak ada dana, kami membiayai diri dengan gotong royong, kami semua militan," katanya. Ia mengaku akan terus meluaskan jaringan relawan Prabowo di Sulut.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved