Polisi Kawal Penguburan Jofly Ratu di Desa Soyowan

Polres Minahasa Selatan (Minsel) yang terdiri dari Polsek Ratatotok, Tim Opsnal Sat Reskrim dan Sat Intelkam mengamankan ibadah pemakaman Jofly Ratu

Polisi Kawal Penguburan Jofly Ratu di Desa Soyowan
Istimewa
Pemakaman Jofly Ratu dijaga Polisi 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG  - Kepolisian mengawal  ibadah pemakaman Jofly Ratu Desa Soyowan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara yang meninggal dunia diduga karena dianiaya, Senin (25/2/2019).

Tim gabungan Polres Minahasa Selatan (Minsel) yang terdiri dari Polsek Ratatotok, Tim Opsnal Satreskrim dan Sat Intelkam.

Pemakaman yang berlangsung di Desa Soyowan, Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara ini diamankan polisi mulai ibadah sampai jenazah diantar ke peristrihatan yang terakhir.

“Sebagai wujud keprihatinan serta ungkapan belasungkawa atas kejadian penganiayaan yang mengakibatkan salah satu warga meninggal dunia. Tentunya kami menyayangkan terjadinya peristiwa ini dan akan menindaklanjutinya dengan proses hukum yang berlaku,” ungkap Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo.

Baca: Jofly Ratu Tewas Terkapar di Jalan dengan Sejumlah Luka Sobek, Polres Minsel Buru Terduga Pelaku

Baca: Polisi Kejar Pelaku Penganiayaan yang Tewaskan Jofly Ratu

Baca: Pembunuhan Jofly Ratu di Ratatotok, Terduga Pelaku Kabur dari Rumah, Polisi Amankan Keluarganya

Jofly Ratu ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri dan penuh luka, Minggu (24/2/2019) malam.
Jofly Ratu ditemukan dengan kondisi tak sadarkan diri dan penuh luka, Minggu (24/2/2019) malam. (ISTIMEWA)

Lanjut Kapolres, pihaknya masih terus melakukan upaya pengejaran terhadap pelaku yang telah dikantongi identitasnya.

“Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Diimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang, kami pastikan kasus ini akan ditangani secara profesional sesuai prosedur hukum yang ada,” tegas Kapolres.

Kasat Reskrim AKP Ari Prakoso mengungkapkan saat polisi mengejar terduga pelaku penganiayaan MR yang sudah melarikan diri.

"Saat petugas datang, MR sudah kabur. Tapi kami akan terus mencari terduga pelaku," ujar Prakoso, Senin (25/02/2019).

Jasad Jofly ditemukan terkapar dan berdarah oleh sejumlah warga di jalan raya Desa Soyowan, tepatnya di depan Gereja Sidang Jemaat Allah, Minggu (24/2/2019) sekitar pukul 23.30 Wita.

Saat itu korban sekarat. Namun, dalam perjalanan ke Rumah Sakit Ratatotok, Buyat, nyawanya tak tertolong.

Halaman
12
Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved