Cari Dalang Kerusuhan 1998, Wiranto Ajak Kivlan Zein dan Prabowo Sumpah Pocong

Wiranto menantang capres Prabowo Subianto dan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein untuk melakukan sumpah pocong

Cari Dalang Kerusuhan 1998, Wiranto Ajak Kivlan Zein dan Prabowo Sumpah Pocong
Tribunnews.com
PANGGIL PRABOWO DAN KIVLAN ZEIN - Komisioner Komisi Nasional HAM yang diketuai Hafidz Abbas menrima Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Lupa terdiri dari gabungan LSM kemanusian dan korban HAM do Komnas HAM jalan Laturharhary Menteng, Jakarta Pusat di Jakarta, Rabu (7/5). Komnas HAM diminta untuk memanggil Prabowo Subianto dan Mayjen Purnawirawan Kivlan Zein dalam kasus penghilangan paksa yang terjadi tahun 1997-1998. Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menko Polhukam Wiranto menantang capres Prabowo Subianto dan Mantan Kepala Staf Kostrad Kivlan Zein untuk melakukan sumpah pocong, untuk membuktikan dalang kerusuhan 1998.

"Saya berani sumpah pocong saja, 1998 itu yang menjadi bagian dari kerusuhan itu saya, Prabowo, Kivlan Zein? sumpah pocong kita. Siapa yang sebenarnya dalang kerusuhan itu, biar jelas masalahnya, jangan asal menuduh saja," ujar Wiranto di komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (26/2/2019).

Wiranto yang saat itu menjadi Panglima ABRI mengaku, dirinya melakukan berbagai langkah edukatif, persuasif, dan dialogis dengan teman-teman reformis pada 1998, dimana mengajak semua elemen tidak melakukan kerusuhan nasional yang dapat merugikan Indonesia.

"Bukan saya sebagai dalang kerusuhan, saya mencegah kerusuhan terjadi dan ternyata tiga hari saya sudah mampu mengamankan tensi ini, tanggal 13 Mei terjadi penembakan di Trisakti, pagi. Siang sudah terjadi kerusuhan di Jakarta, tanggal 14 Mei kerusuhan memuncak, 14 malam saya kerahkan pasukan pasukan dari Jawa Timur, tanggal 15 pagi Jakarta sudah aman dan seluruh wilayah Indonesia sudah aman," paparnya.

Baca: Status Tersangka Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif Dilepas Kepolisian, Ini Penjelasannya

Baca: Kunjungi Labuan Bajo, Sandiaga Uno: 80% dari Pasar Tradisional Kita Masih Tidak Layak

Ia pun menilai kerusuhan 1998 merupakan peluang dirinya jika ingin menjadi Presiden RI dengan melakukan kudeta pemerintahan, tetapi hal ini tidak dilakukan demi Indonesia lebih baik lagi.

"Tidak saya lakukan (kudeta) karena saya mencintai republik ini dan teman-teman reformis yang akan mengubah negeri ini jadi lebih baik lagi, tidak ada sama sekali keinginan, kehendak, tindakan saya yang mengarah kepada melakukan langkah-langkah untuk mengacaukan tahun 1998 sebagai Menhankam/Pangab yang membawahi TNI dan Polisi," paparnya.

Sebelumnya, Kivlan Zein menuduh Menko Polhukam Wiranto sebagai dalang kerusuhan 1998. Ia menyebut Wiranto memainkan peranan ganda dan isu propagandis saat masih menjabat sebagai Panglima ABRI.

Baca: Bertemu dengan Dubes Amerika untuk Indonesia, KPK Bicara Soal Saksi Kunci Korupsi E-KTP

Tujuannya untuk menumbangkan Presiden kedua Soeharto. Hal tersebut disampaikan Kivlan dalam acara "Tokoh Bicara 98" di Add Premiere Ballroom, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Senin (25/2/2019).

Jenderal bintang dua itu mengaku telah mengetahui kelicikan Wiranto sejak dirinya meninggalkan Jakarta saat kerusuhan terjadi.

"Ya sebagai Panglima ABRI waktu itu, Pak Wiranto atas kejadian itu kenapa dia meninggalakan Jakarta dalam keadaan kacau, dan kenapa kita yang untuk amankan Jakarta tidak boleh kerahkan pasukan, itu. Jadi kita curiga loh keadaan kacau masa nggak boleh mengerahkan pasukan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan link http://www.tribunnews.com/nasional/2019/02/26/ingin-buktikan-dalang-kerusuhan-98-wiranto-tantang-prabowo-dan-kivlan-zen-sumpah-pocong.
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved