Religi

Akan Ada Retret Penyembuhan Luka Batin di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu

Suster Puteri Carmel dan Romo CSE akan membuat retret penyembuhan luka batin.

Akan Ada Retret Penyembuhan Luka Batin di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu
ISTIMEWA
Akan Ada Retret Penyembuhan Luka Batin di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu 

Akan Ada Retret Penyembuhan Luka Batin di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel Tampusu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Suster Puteri Carmel dan Romo CSE akan membuat retret penyembuhan luka batin.

Kegiatan akan dibuat 8-10 Maret 2018 di Pusat Spiritualitas Gunung Karmel, Tampusu, Tondano.

"Dari pusat Spiritualitas Gunung Karmel. Titipan untuk disebarluaskan pada teman-teman. Diundang kepada umat Katolik tapi terbuka untuk semuanya," kata Romo Gregorius Hertanto MSC meneruskan informasi Suster Laurentia P.Karm.

Dari Wikipedia, kongregasi Putri Karmel (PKarm) didirikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada tanggal 19 Maret 1982 di Ngadireso. Sementara kongregasi Carmelitae Sancti Eliae (CSE) didirikan oleh Romo Yohanes Indrakusuma, CSE pada tanggal 20 Juli 1986 di tempat yang sama.

Menurut www.renunganpkarmcse.com, Putri Karmel (P.Karm) dan Carmelitae Sancti Eliae (CSE) adalah dua buah kongregasi baru di dalam Gereja yang muncul karena panggilan Roh untuk memenuhi suatu bentuk pelayanan baru yang dibangkitkan Roh di dalam Gereja sebagai dua bersaudara. Putri Karmel sebagai saudara sulung didirikan pada tanggal 19 Maret 1982, sedangkan CSE didirikan pada tanggal 20 Juli 1986 (hari raya Nabi Elia) oleh pendiri yang sama, Rm. Yohanes Indrakusuma, CSE. Putri Karmel diakui sebagai kongregasi religius tingkat diosesan pada tanggal 2 Februari 2002, sedangkan CSE diresmikan sebagai kongregasi religius klerikal tingkat diosesan pada tanggal 20 Juli 2012.

Visinya:

"Dalam kuasa Roh Kudus mengalami dan menghayati kehadiran Allah yang penuh kasih dan menyelamatkan, sampai pada persatuan transforman, serta membawa orang lain pada pengalaman yang sama."

Cita-cita dan tujuan hidup para suster Putri Karmel dan frater CSE dituangkan dalam pola-pola hidup tertentu. Pola dasarnya ialah suatu bentuk Kontemplatif  terbuka yang mengutamakan doa dan kontemplasi dalam keheningan dan kesunyian, dalam semangat kelepasan, tapa, serta kesederhanaan dalam segala hal, terpadu dengan unsur-unsur hidup bersama. Sesudah itu, sesuai dengan panggilan dan karunia Roh yang berbeda-beda, para suster dan frater dapat memilih hidup khusus yaitu:

Bagi mereka yang terpanggil untuk memberikan pelayanan aktif kepada sesama.

Halaman
123
Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved