Pemerkosaan Siswi SMA di Manado oleh Penjaga Sekolah, Kapolsek: Tersangka Tidak Mau Mengaku

Dia tidak mau mengakui perbuatannya. Meski korban sudah menjelaskan semua perbuatannya, namun tersangka tetap keras tidak mau mengakuinya

Pemerkosaan Siswi SMA di Manado oleh Penjaga Sekolah, Kapolsek: Tersangka Tidak Mau Mengaku
ISTIMEWA
Kanit Reskrim Polsek Tikala Ipda Iyudi Hartanto (sebelah kiri) saat menyerahkan tersangka (di tengah pakai putih) dugaan pemerkosaan siswi SMA ke kejaksaan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tersangka M (39) penjaga sekolah yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap gadis inisial L , siswi SMA di Manado menolak mengakui perbuatannya.

"Dia tidak mau mengakui perbuatannya. Meski korban sudah menjelaskan semua perbuatannya. Namun, tersangka tetap keras tidak mau mengakuinya," jelas Kapolsek Tikala AKP Taufiq Arifin ke wartawan Tribunmando.co.id.

Kanit Reskrim Polsek Tikala Ipda Iyudi Hartanto mengatakan, pihaknya mengirim tersangka, dengan melengkapi berkas berdasarkan pengakuan korban dan keterangan saksi.

"Handphone milik tersangka tidak ditemukan, dan dia berkeras bahwa tidak melakukan pemerkosaan terhadap korban," jelas lulusan Akpol ini, Sabtu (23/2/2019).

Ditambahkannya, setelah berkas lengkap, tersangka dikirim ke kejaksaan.

"Sudah kami kirim. Saya sendiri yang mengantar tersangka ke kejaksaan dibantu anggota saya," tegasnya

Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan.
Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan. (Tribun Manado / Theo Pongantung)

Diketahui, kasus ini sebenarnya terjadi pada 2017 silam. Namun korban baru mengungkapkannya pada akhir tahun lalu karena korban diancam oleh tersangka M.

Kasus ini kembali heboh setelah diadvokasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sulawesi Utara.

Korban L, siswi SMA menceritakan peristiwa berawal saat dirinya hendak pulang sekolah.

Dia meminta air minum ke tersangka M yang berstatus sebagai penjaga sekolah.

Setelah minum air, L langsung pusing dan tak sadarkan diri.

Halaman
1234
Penulis: Jufry Mantak
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved