Dolar Australia Anjlok, Sinyal Positif Batu Bara Indonesia

Pemblokiran impor batu bara Australia oleh China berdampak terhadap dolar Australia dan saham-saham emiten batu bara

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
KOMPAS/ADI SUCIPTO
Ilustrasi batu bara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pemblokiran impor batu bara Australia oleh China berdampak terhadap dolar Australia dan saham-saham emiten batu bara di bursa Australia. Namun demikian, kejatuhan dolar Australia bisa berdampak positif untuk industri batu bara di Indonesia.

Dolar Australia anjlok ke level di bawah 0,7100 dolar Amerika Serikat dari 0,7200 dolar AS karena China memblokir impor batu bara Australia. Menurut laporan Reuters, Kamis (21/2), kepabeanan di pelabuhan Dalian, China melarang impor batu bara Australia sejak Februari dan akan membatasi impor dari semua sumber menjadi hanya 12 juta ton hingga akhir 2019. Reuters juga melaporna pelabuhan-pelabuhan besar di China lainnya memperpanjang masa clearing untuk batu bara Australia menjadi sedikitnya 40 hari.

Pada Jumat (22/2) pagi, dolar Australia diperdagangkan di 0,7092 dolar AS, sedangkan saham-saham batu bara Australia dilanda aksi jual akibat pemblokiran ini. Saham BHP jatuh ke 0,63%, Whitevan turun 0,66%, Yancoal anjlok 2,8% dan New Hope Group merosot 2,6%.

Impor melalui Dalian hanya 1,8% dari total ekspor batu bara Australia. Kepabeanan Dalian berkontribusi pada 7% total impor batu bara China di 2018, menurut data Wood Mackenzie. China membeli 28,26 juta ton cooking coal dari Australia di 2018, sekitar 43,5% dari total impor batu bara Negeri Tirai Bambu, menurut data kepabeanan.

Hubungan Australia dengan China telah memburuk sejak 2017 ketika Canberra menuduh China mencampuri urusan dalam negerinya. Ketegangan kembali memanas bulan lalu setelah Australia menolak visa pebisnis terkenal China hanya beberapa bulan setelah memblokir perusahaan teknologi China Huawei Technologies dari jaringan 5G-nya. Batu bara adalah sumber pemasukan ekspor terbesar Australia dan dolar Australia anjlok lebih dari 1% akibat kekhawatiran blokir di Dalian akan memukul perekonomian yang sedang melambat.

Belum Tentu Berdampak ke Indonesia

Larangan batu bara Australia ini belum tentu berdampak bagi perusahaan batu bara di dalam negeri. Direktur Eksekutif Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) Hendra Sinadia menyebut hingga saat ini belum diketahui betul motif dan jangka waktu pelarangan batubara asal Australia ke China.

"Ini kan masih baru, kami belum tahu, masih simpang siur motifnya apa, akan berapa lama, apakah sesaat?kami mau lihat perkembangan ke depan,"ujar Hendra ke Kontan.co.id pada Jumat (22/2).

Selain dua hal tersebut, Hendra juga bilang karakteristik batu bara Indonesia dengan Australia berbeda. Sehingga bat ubara Indonesia tidak bisa langsung menggantikan batu bara Auatralia.

"Indonesia karakteristik dan kualitasnya beda. Batu bara kita kebanyakan kalori rendah, sulfurnya tinggi, tidak serta merta menggantikan,"ujarnya.

Hendra bilang dari total ekspor batu bara pada tahun 2017 sekitar 100 juta ton, sebesar 75-80% merupakan batu bara kalori menengah. Kalaupun ada produksi batu bara kalori tinggi dari Indonesia bisa dipastikan sudah terjual ke beberapa negara, termasuk ke China.

"Segemennya beda. Kita punya kalori tinggi cadangan sedikit dan sudah diserap ke mana-mana, seperti Jepang, China ada sedikit ke sana, ke Korea juga. Sementara batu bara Australia kebanyakan kalori tinggi. Secara alaminya memang begitu," imbuh Hendra.

Biarpun begitu, para produsen batu bara cukup positif menyambut berita pelarangan batubara Australia ke pelabuhan di Chian Utara. Direktur Utama PTBA Arviyan Arifin menyebut akan ada dampak positif dari pelarangan tersebut terhadap produsen batubara Indonesia.

"Mestinya itu sinyal positif untuk batubara dari Indonesia," katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Head of Corporate Communication Adaro Energy Febrianti Nadira. Febrianto menyebut jika kondisi tersebut berlangsung lama, tidak menutup kemungkinan harga batu bara Indonesia akan naik.

"Kita akan melihat kondisi. Klau kondisi berlanjut, maka batu bara Indonesia akan diminati dan akan mendorong harga batu bara Indonesia ke negara lain juga,"pungkasnya. (ktn/cnbc)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved