Pemilu 2019

Bawaslu Minsel Ingatkan Potensi Sengketa Tak Teregister karena Kedaluwarsa

Dalam forum rakernis sempat berkembang sejumlah persoalan yang ditemui parpol perihal penyelesaian sengketa.

Bawaslu Minsel Ingatkan Potensi Sengketa Tak Teregister karena Kedaluwarsa
Tribun Manado
Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo dan Kepala Kejaksaan Negeri Amurang I Wayan Eka Miartha turut menjadi narasumber dalam Rakernis Temuan dan Laporan Pelanggaran Pemilu 2019 di Hotel Sutan Raja Amurang, Jumat (22/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Alexander Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Minahasa Selatan menggelar rapat kerja teknis (Rakernis) mengenai penyelesaian sengketa Pemilu 2019, sejak Rabu hingga Jumat (22/2/2019).

Kegiatan yang digelar di Hotel Sutanraja Amurang itu dihadiri oleh seluruh perwakilan partai politik (parpol) dan jajaran Panwascam di 17 kecamatan.

Selain itu, kegiatan yang membahas persoalan penyelesaian sengketa serta objek sengketa tersebut, juga melibatkan narasumber Kapolres Minsel AKBP FX Winardi Prabowo dan Kepala Kejaksaan Negeri Amurang I Wayan Eka Miartha dalam kapasitas sebagai personel Gakkumdu.

Ketua Bawaslu Minsel Eva Keintjem mengatakan, tujuan digelarnya rakernis untuk kembali menyampaikan persoalan terkait penyelesaian sengketa yang kemungkinan terjadi pada Pemilu 2019 mendatang.

“Tidak saja melibatkan jajaran kami di tingkatan bawah, tapi juga mengundang parpol. Ini dimaksudkan ada keseragaman pemahaman terkait proses penyelesaian sengketa termasuk perihal pengajuan sengketa,” ungkap Keintjem.

BERITA POPULER:

Baca: 9 Fakta Siswi SMA di Manado Diperkosa Penjaga Sekolah: Minuman Diisi Cairan hingga Kepsek Dipanggil

Baca: 10 Fakta Kecelakaan Maut di Perkamil, Ternyata Seorang Developer

Baca: Tidak Diberi Kode Handphone, Romi Belah Perut Istrinya dan Mengambil Bayinya

Dia membeber, dalam forum rakernis sempat berkembang sejumlah persoalan yang ditemui parpol perihal penyelesaian sengketa.

“Hanya saja kami menjelaskan ada pengajuan sengketa yang tidak dapat diterima atau tidak terigester lantaran waktu pengajuan sengketa sudah kedaluwarsa. Selain itu ada juga karena syarat formil dan materil yang tidak lengkap, yang dimungkinkan terjadi karena tidak mengetahui mekanisme yang ada,” kata Keintjem yang didampingi koleganya Franny Sengkey dan Abdul Majid Mamosey.

Dengan rakernis ini ada harapan parpol dapat memahami mekanisme yang ada agar ke depan dalam proses penyampaian sengketa sudah lebih baik.

Diketahui kegiatan yang digelar selama tiga hari itu pun melibatkan narasumber dari pihak Bawaslu Provinsi Awaludin Umbola dan Murtarin Humagi. (*)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved