Kronologi Rudapaksa Siswi SMA di Manado, Tersangka Sempat Merekam dan Ancam Akan Menyebarkan

Mawar (15), nama disamarkan, siswi salah satu SMA di Manado ini menjadi korban rudapaksa oknum penjaga sekolah di tempat ia menuntut ilmu

Kronologi Rudapaksa Siswi SMA di Manado, Tersangka Sempat Merekam dan Ancam Akan Menyebarkan
Tribun Manado / Theo Pongantung
Eka Tindangen 

Kronologi Rudapaksa Siswi SMA di Manado, Terduga Sempat Merekam dan Mengancam Akan Menyebarkan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Mawar (15), nama disamarkan, siswi salah satu SMA di Manado ini menjadi korban rudapaksa oknum penjaga sekolah di tempat ia menuntut ilmu.

Advokat Eka Tindangen SH, Satgas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, yang menjadi pendamping hukum dalam kasus ini, mengatakan, terduga melampiaskan nafsu bejatnya di rumah kosong yang berada di sekitar sekolah.

"Satu tahun sempat bungkam akhirnya terungkap setelah korban menceritakan kejadian ini kepada wali kelas dan orangtuanya," ujar Advokat Eka Tindangen SH saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (21/2/2019).

Satgas PPPA-RI Sulut ini melanjutkan, awalnya Mawar meminta air putih kepada terduga pelaku, tak lama kemudian terduga datang memberikan air putih. Setelah korban meminum air tersebut korban merasa pusing dan tidak sadarkan diri.

Baca: Curhat Orangtua Siswi SMA Korban Rudapaksa di Manado : Anak Saya Disuruh Pindah, Padahal Korban

Baca: Siswi SMA di Manado Diperkosa Penjaga Sekolah: Korban Diancam Sebar Videonya hingga Diminta Pindah

"Terduga pelaku memberikan air putih yang sudah dilarutkan cairan agar korban bisa tertidur," kata Eka.

Setelah tertidur, terduga pelaku kemudian membawa korban ke rumah kosong. Di tempat tersebut, terduga pelaku melancarkan aksinya.

Sesaat setelah korban sadar, ia terkejut tidak menggunakan baju. Kemudian terduga pelaku mengatakan pada korban telah merekam aksi bejatnya itu dan mengancam agar tidak memberitahukan kejadian tersebut kepada siapapun.

Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan.
Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan. (Tribun Manado / Theo Pongantung)

"Terduga pelaku mengancam akan menyebarluaskan rekaman tersebut apabila korban cerita ke oranglain," ucap Eka.

Kapolsek Tikala, AKP Taufiq Arifin S.Hut SIK mengatakan, berdasarkan laporan polisi nomor: STPL/280,a/X/2018/SPKT/Sek Tikala/Res Mdo/Polda Sulut tanggal 17 Oktober 2018. Dengan bukti-bukti yang cukup, pihaknya langsung melaksanakan penelusuran dan melakukan penahanan terhadap pelaku dengan inisial MAN (39).

"Terduga pelaku yang bekerja sebagai penjaga sekolah tersebut, langsung kami tahan," ucap Kapolsek.

Ia menambahkan, terduga pelaku terakhir ditahan di Polsek Tikala tanggal 20 Februari 2019.

"Saat ini kasus sudah masuk tahap 2 dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan," ujar Kapolsek.

Penulis:
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved