Curhat Orangtua Siswi SMA Korban Rudapaksa di Manado : Anak Saya Disuruh Pindah, Padahal Korban

Melati (46) orangtua korban pemerkosaan yang dilakukan oknum penjaga sekolah salah satu SMA di Manado, mengungkapkan kesedihannya

Curhat Orangtua Siswi SMA Korban Rudapaksa di Manado : Anak Saya Disuruh Pindah, Padahal Korban
Tribun Manado / Theo Pongantung
Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan. 

Curhat Orangtua Siswi SMA Korban Rudapaksa di Manado : Anak Saya Disuruh Pindah, Padahal Korban

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Melati (46) orangtua korban pemerkosaan yang dilakukan oknum penjaga sekolah salah satu SMA di Manado, mengungkapkan kesedihannya saat diwawancarai Tribun Manado, Kamis (21/2/2019).

Laiknya, sudah mendapat musibah malah tak didukung oleh sekolah tempat anaknya menuntut ilmu.

Ia bertutur, saat sekolah mengetahui anaknya mengalami kasus rudapaksa oleh oknum penjaga di sekolah tersebut, mereka menyarankan agar anaknya pindah dan mencari sekolah yang baru.

"Sebagai orangtua saya kecewa perlakuan sekolah yang menyuruh anak saya pindah, padahal anak saya adalah korban," ucap Ibu Korban.

Baca: Siswi SMA di Manado Diperkosa Penjaga Sekolah: Korban Diancam Sebar Videonya hingga Diminta Pindah

Baca: Siswi SMA di Luwu Sulsel Keroyok Teman, Pengakuan Kepsek & Reaksi Kadis Pendidikan, Lihat Videonya!

Walaupun sedang tertimpa musibah, ia berharap, anaknya bisa terus melanjutkan pendidikan di bangku SMA dan berharap pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.

"Semoga kasus ini cepat tuntas dan pelaku dihukum seberat-beratnya," tuturnya.

Dalam kasus tersebut, Melati (nama disamarkan) ibunda korban, juga mengadu ke Dinas Provinsi Sulut melalui Satgas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) .

Baca: PPPA Kawal Kasus Pemerkosaan Siswa SMA Manado

Baca: Wali Kota Kotamobagu Tatong Bara Terima Penghargaan Menteri PPPA

Advokat Eka Tindangen SH, Satgas PPPA-RI Sulut, mengatakan, setelah menerima surat pengaduan dari orangtua korban, pihaknya langsung berkoordinasi dengan sekolah serta mendatangi Polsek Tikala untuk menindaklanjuti sejauh mana proses hukum yang berjalan.

"Siang tadi, kami langsung mengunjungi sekolah tersebut. Setelah berunding dengan pihak sekolah, diputuskan bahwa korban tetap bersekolah di sini, mereka tidak lagi akan menyuruh korban pindah sekolah," ujar Advokat Eka Tindangen SH.

Ia juga menambahkan, apabila ada tindak kekerasan, pelecahan seksual, dan kasus bullying yang menimpa masyarakat agar langsung menghubungi Satgas PPPA lewat nomor pengaduan 0821-9690-4407.

"Kami siap berikan bantuan hukum serta penanganan psikis terhadap korban," jelasnya.

Penulis:
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved