Wahana Interfood Siap Lepas 168 Juta Saham

PT Wahana Interfood Nusantara berencana menggelar initial public offering (IPO) pertengahan Maret nanti. Perusahaan ini

Wahana Interfood Siap Lepas 168 Juta Saham
kontan
Ilustrasi saham 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - PT Wahana Interfood Nusantara berencana menggelar initial public offering (IPO) pertengahan Maret nanti. Perusahaan ini akan melepas 168 juta saham atau  33,07% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Menurut prospektus IPO, Senin (18/2), perusahaan pengolahan kakao dan cokelat dengan merek dagang Schoko ini akan menggunakan  23,03% dana IPO untuk mengakuisisi lahan. Tanah seluas 6.280 meter persegi (m2) tersebut berlokasi di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Sekitar 15,81% dana IPO akan digunakan untuk membayar uang muka pembangunan pabrik di kawasan tersebut. Rencananya, pabrik seluas 2.291,60 m2  mulai dibangun Juni 2019. Kemudian, sekitar 61,16% dana IPO dialokasikan untuk membeli tiga unit mesin produksi baru. Adapun total nilai pembelian tiga mesin baru tersebut sebesar Rp 18,56 miliar.

Wahana Interfood juga memberi pemanis berupa 56 juta unit waran seri I. Setiap pemegang tiga saham baru berhak memperoleh satu waran. Dana yang diperoleh dari hasil pelaksanaan waran akan digunakan untuk modal kerja, yakni uhtuk biaya operasional dan pembayaran bahan baku produksi.

Wahana Interfood akan menggelar publikasi terkait IPO pada hari ini, Rabu (20/2), sekaligus membuka masa penawaran awal hingga 26 Februari nanti.  Masa penawaran umum digelar pada 11-13 Maret. Rencananya, pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) digelar 20 Maret.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan, rencana IPO Wahana Interfood cukup menarik karena tujuan IPO tersebut umumnya disukai oleh investor yang mengejar pertumbuhan. "Selain itu, saham IPO dengan waran juga disukai investor ritel.

"Ada tren baru di kalangan investor, mereka condong lebih suka waran dari pada induknya," papar William. Dia melihat, ekspansi saat ini akan mendorong kinerja jangka panjang perusahaan.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai saat ini waktu baik bagi perusahaan untuk IPO. Sebab, IHSG sedang bullish.

Analis Phintraco Sekuritas Valdy Kurniawan juga ikut berpendapat fokus bisnis perusahaan yang memproduksi coklat untuk bahan baku cukup menarik. Alasannya, belum ada emiten yang khusus bergerak di bisnis ini.

DPLK Berusaha Menjaga Imbal Hasil Investasi

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved