Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dua Nelayan Asal Wakatobi Disandera Abu Sayyaf di Perairan Sandakan Malaysia

Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina menyandera nelayan asal Kabupaten Wakatobi bernama Hariadi.

Editor: Rhendi Umar

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kelompok bersenjata Abu Sayyaf di Filipina menyandera nelayan asal Kabupaten Wakatobi bernama Hariadi.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) AKBP Harry Goldenhardt mengatakan, penyanderaan itu terjadi sejak Desember 2018 lalu.

Harry mengatakan, kepastian itu didapatkan setelah pihaknya mengecek kartu keluarga Hariadi. Nelayan itu diketahui lahir di Ambeua, Kecamatan Kaledupa pada 5 Agustus 1973. Hariadi bekerja sebagai petani.

Hariadi beralamat di Dusun La Bantea, Desa Kalimas, Kacamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi.

Harry menjelaskan, Hariadi bersama keluarganya telah merantau dan bekerja di Malaysia sejak tahun 2012. Ia pun masih terdaftar sebagai warga Dusun La Bantea, sebagaimana tercantum dalam kartu keluarga (KK) miliknya yang dikeluarkan pada 16 Januari 2018.

"Dalam KK itu, Hariadi tercatat memiliki seorang istri dan tiga anak laki-laki," ujar Harry melalui pesan Whatsapp, Kamis (21/2/2019).

Baca: Wali Kota Tomohon Rayakan Ulang Tahun di Panti Asuhan

Baca: Update Terbaru Transfer Persib Bandung: Disebut Kontrak Fabiano hingga Kata Radovic soal Pemain Baru

Harry mengatakan, berdasarkan Informasi dari keluarganya di Kaledupa, pada Kamis (6/8/2018), Hariadi bersama Heri alias Eri, disandera oleh kelompok bersenjata di perairan Sandakan, Malaysia.

Pihak Maritim Malaysia mendapat informasi kejadian penangkapan tersebut dan langsung melakukan pencarian. Namun, yang ditemukan hanya kapal yang digunakan Hariadin sudah tanpa awak.

Pada Sabtu (8/8/2018) pagi, Hariadi menghubungi istrinya melalui sambungan telepon dan mengabarkan bahwa mereka telah disandera oleh kelompok bersenjata.

Secara terpisah Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi mengaku baru mengetahui bahwa ada warga Wakatobi yang disandera oleh kelompok bersenjata di Filipina. Ia justru mengetahui kabar itu saat ditanyai awak media

“Saya belum tahu, justru saya baru tahu dari kalian ini,” kata Ali Mazi.

Baca: Satgas Antimafia Bola Sebut 3 Klub yang Pelit ke Wasit, Persib Bandung Termasuk

Baca: 100 Tahun Cagar Alam Lokon, Eman Ajak Masyarakat Cinta Lingkungan

Ali mengatakan, pihaknya akan berupaya membebaskan warganya. Tetapi karena kejadian ini sudah antar negara dan merupakan kewenangan pemerintah pusat, maka dia akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kita coba lakukan langkah-langkah dulu, karena kan sudah pernah terjadi juga beberapa tahun lalu. Pemerintah juga bertangung jawab. Insya Allah pemerintah akan membantu dan melindungi masyarakatnya,” ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan link http://jakarta.tribunnews.com/2019/02/21/kelompok-bersenjata-abu-sayyaf-sandera-nelayan-asal-wakatobi.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved