Kisah Pria Tua Buta yang Biayai 75 Yatim Piatu dari Hasil Memecah Batu, Sempat Tergoda buat Ngemis

Tak tangung-tangung, sebanyak 75 anak yatim paitu yang hingga kini sudah dibiayai oleh pria berusia 61 tahun itu.

Kisah Pria Tua Buta yang Biayai 75 Yatim Piatu dari Hasil Memecah Batu, Sempat Tergoda buat Ngemis
KolaseTribunmanado.co.id/KOMPAS.com/ Ryana Aryadita
Kisah Pria Tua Buta yang Biayai 75 Yatim-Piatu dari Hasil Memecah Batu, Sempat Tergoda buat Ngemis 

Kisah Pria Tua Buta yang Biayai 75 Yatim-Piatu dari Hasil Memecah Batu, Sempat Tergoda buat Ngemis

TRIBUNMANADO.CO.ID - Meski tak bisa melihat, tak menjadi alasan bagi Pak Sarono untuk tidak bekerja dan berbuat baik kepada orang lain.

Pria yang sudah lanjut usia yang bekerja sebagai pemecah batu itu bahkan mendedikasikan hidupnya untuk bisa membiayai anak yatim piatu.

Tak tangung-tangung, sebanyak 75 anak yatim paitu yang hingga kini sudah dibiayai oleh pria berusia 61 tahun itu.

Meski pendapatannya tak seberapa, Sarono mengaku terpanggil untuk membantu anak yatim piatu.

Semua itu berawal ketika ia bertemu dengan seorang ibu yang membawa anak dan diketahui sudah tak mempunyai ayah.

Baca: Pemecah Batu Biayai Hidup 75 Orang Anak Yatim

Baca: VIRAL - Ketika Calon Suaminya Meninggal di Hari Pernikahan, Pengantin Wanita Unggah Ini di Facebook

Baca: Fakta Lengkap Bocah SD yang Selamat dari Pembunuhan, Pura-pura Pingsan Saat Ibunya Dibunuh Perampok

Baca: Setelah Melahirkan Secara Caesar, Wanita Ini Digantung Suami karena Minta Tolong Ganti Popok Bayi

"Jadi pertama saya sndiri enggak nyari anak yatim tapi Allah gerakin. Waktu itu saya ke Pasar Gembrong, saya masih bisa samar-samar melihat tahun 2002 saya beli makanan burung karena dulu hobi melihara burung," kata Sarono di ujung Jalan Cipinang Jaya II B, Cipinang Besar Selatan.

"Pas mau pulang naik angkot ada ibu-ibu bantu nyetopin (angkot) ibunya gendong anak, anaknya teriak mau jajan saya kasih ongkos sedikit. Akhirnya setelah itu saya coba ke rumah ibu itu, saya samperin tanya RT soal benar enggak sudah yatim. Ternyata benar. Ya dari situ saya mulai membantu anak-anak," ucap dia.

Sarono mengaku bersyukur bisa membantu para anak yatim.

Sebab, ia pun tak mempunyai anak kandung dan hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah kecil yang tak jauh dari lokasi ia memecahkan batu.

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved