Maybank Raih Laba Rp 2,1 Triliun di 2018: Potensi Ekspor hingga Dana IPO

Kinerja PT Maybank Indonesia Tbk membaik di tahun 2018. Hal ini tecermin dari laba setelah kepentingan non pengendali dan pajak

Maybank Raih Laba Rp 2,1 Triliun di 2018: Potensi Ekspor hingga Dana IPO
afp
Maybank 

Adapun dana pihak ketiga (DPK) turun sebesar 3,7% dari Rp 121,3 triliun pada tahun 2017 menjadi Rp 116,8 triliun. Taswin menjelaskan, penurunan tersebut karena pihaknya mengkaji ulang dana mahal masyarakat.  Penurunan DPK terutama dari dana tabungan yang merosot 19,8% menjadi Rp 19,9 triliun. Sementara deposito turun 0,6% menjadi
Rp 72,3 triliun.

Bunga Konsumer Bisa Naik Lagi

Perbankan masih melakukan penyesuaian suku bunga acuan yang naik sepanjang 2018 dengan suku bunga kredit di tahun ini. Bila dirinci berdasarkan segmennya, bunga kredit konsumer masih tercatat paling tinggi dibandingkan kredit lain.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2018 mencatat, bunga kredit konsumer sebesar 11,8%. Posisi ini jauh di atas bunga kredit modal kerja (KMK) maupun bunga kredit investasi (KI) yang masing-masing 10,51%. Walau demikian, posisi bunga konsumer masih lebih rendah dibandingkan posisinya di 2017 yang sempat menyentuh 12,66% secara rata-rata.

Direktur Utama PT Bank Maybank Indonesia Tbk Taswin Zakaria mengatakan, bunga kredit perbankan memang sempat turun cukup banyak pada awal tahun 2018 akibat penurunan suku bunga acuan di 2017. Namun sejak Mei 2018 ketika BI memutuskan untuk menaikkan bunga acuan, Maybank ikut menaikkan bunga kredit.

"Sebenarnya Maybank sudah menaikkan kredit di kuartal IV 2018. Kelihatannya masih akan ada kenaikan lagi di 2019 ini tapi lihat kondisi pasar dulu," ujar Taswin, Senin (18/2).

Sebagai informasi, per 31 Januari 2019 suku bunga dasar kredit (SBDK) Maybank tercatat sebesar 10,75% untuk kredit ritel, kredit mikro 18,3% sementara bunga kredit konsumsi 9,75% untuk KPR dan non KPR 10%. Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thila Nadason menyebutkan sepanjang 2018 bunga kredit sudah naik 10 sampai 25 basis poin (bps). "Sebagian besar untuk segmen bisnis dan UMKM. Kalau KPR (konsumer) sudah fix," ujar dia.

Kerjasama promo

Direktur Konsumer PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menyatakan, bank CIMB Niaga berharap bunga kredit konsumer tidak akan naik lagi di tahun ini. Namun, itu tergantung pergerakan biaya dana alias cost of fund (cof) bank.

Meski begitu, khusus untuk produk konsumer seperti KPR, CIMB  memang tak mematok bunga tinggi. Untuk beberapa produk konsumer, CIMB Niaga kerap kerjasama promosi dengan pengembang sehingga ada subsidi dari sisi bunga. Catatan CIMB Niaga menunjukkan, sepanjang 2018 kenaikan bunga konsumer rata-rata 125 bps-150 bps.

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved