Akademisi Unsrat Soroti Pengelolaan Sampah di Minut

Rumondor mengungkapkan yang jadi masalah adalah menumpuknya sampah di beberapa lokasi perumahan karena tidak diangkut oleh armada sampah yang ada

Akademisi Unsrat Soroti Pengelolaan Sampah di Minut
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Ruas jalan penghubung jalan Sukarno dan Ring Road berubah jadi TPA, banyak sampah yang berserakan, masih juga ada warga yang buang sampah sembarangan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, AIRMADIDI-Pengamat Lingkungan Unsrat  Ir Marhaenus Rumondor MSi mengatakan Kabupaten Minahasa Utara memiliki letak yang strategis karena berada di antara beberapa kabupaten atau kota yang ada di Sulut. Arah Timur dengan Kota Bitung,  arah Barat dengan Kota Manado,  dan arah Selatan dengan Kabupaten Minahasa. 

"Keberadaan ini mengakibatkan Minahasa Utara jadi kabupaten yang banyak dilalui oleh kendaraan yang berasal dari kota atau kabupaten tersebut dan juga kabupaten atau kota lainnya," katanya.

Jalur penghubung ke Kota Bitung, Manado,  dan kabupaten atau kota lainnya, menjadikan kabupaten Minut sebagai daerah yang kena imbas dari banyaknya kendaraan baik itu roda 2, 4, 6 bahkan lebih. Kendaraan yang melewati daerah Minut ini tidak  semua penumpangnya sadar akan kebersihan. Sering dijumpai sampah dari penumpang yang ada dalam kendaraan yang dengan seenaknya dibuang atau dilemparkan dari dalam kendaraan ke jalan. Bahkan katanya ada ditemui kendaraan dengan warna plat nomor warna merah (milik pemerintah).

 Kesadaran warga terhadap sampah katanya masih rendah,  menyebabkan hal ini terjadi. 
Peran Pemkab Minut juga dalam menangani sampah diakui saat ini memang ada tapi belum maksimal. 

"Hal ini dapat dilihat,  dan jelas terlihat pada saat turun hujan.  Sampah-sampah akan muncul ke permukaan akibat air hujan yang melewati saluran air, bahkan banyak yang meluber sampai di jalan," ujarnya

Ia mengatakan pada saat hujan reda,  sampah-sampah yang meluber di jalan tersebut akan tertahan di situ. Itu menyebabkan jalanan jadi kotor dengan sampah

"Hal ini disebabkan pemerintah yang lambat menangani dan juga kesadaran masyarakat yang seenaknya menaruh sampah itu di selokan atau saluran air. Begitupun dengan sampah yang berasal dari pasar tradisional karena waktu dalam mengangkut sampah ini yang tidak tepat yakni pada malam hari," ujarnya.

Rumondor mengungkapkan yang jadi masalah adalah menumpuknya sampah di beberapa lokasi perumahan karena tidak diangkut oleh armada sampah yang ada,  yang menyebabkan lokasi menghasilkan bau yang tidak enak. (dma)

Penulis: David_Manewus
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved