News Analysis

3 Faktor Penyebab Puasnya Masyarakat Terhadap Kinerja ODSK oleh Ferry Liando

Kepuasan kinerja terjadinya karena kinerja kepala daerah dinilai baik oleh publik.

3 Faktor Penyebab Puasnya Masyarakat Terhadap Kinerja ODSK oleh Ferry Liando
Tribun Manado/Ryo Noor
Ferry Liando 

News Analysis oleh:

Ferry Liando
Pengamat Politik Unsrat

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kepuasan kinerja terjadinya karena kinerja kepala daerah dinilai baik oleh publik.

Beberapa kemungkinan penyebab yakni:

1. Soliditas Olly degan pasangannya Steven sebagai wakil sangat bagus. Inti dari pembangunan daerah itu terletak pada pimpinan daerahnya. Jika pemimpin mereka konflik maka semua perencanaan yang dibangun atas dasar visi misi keduanya akan kabur dan tidak Berarti. Ego pribadi pimpinan akan berpengaruh pada kerja-kerja birokrasi. Manajerial jadi kacau karena kepemimpinan ganda atau dua matahari. Kekompakan Pak Olly dengan wakilnya Steven menjadi pemicu kerja-kerja aparat bawahan sehingga melahirkan kepuasan publik.

2. Komunikasi politik antara gubernur dengan DPRD terbangun sangat bagus. Pengalaman di daerah lain, karena komunikasi politiknya buruk, banyak kebijakakan kepala daerah yang disodorkan ke DPRD untuk persetujuan kerap mengalami hambatan. Kasus yang menimpa ahok waktu lalu sempat menggegerkan nasional. Waktu itu DPRD sendiri mengajukan draf RAPBD ke Mendagri. DPRD Jakarta Tak menerima usulan RAPBD dari ahok. Akibatnya pemerintahan terganggu. Begitu juga yang terjadi di AS. Pemerintahan berhenti akibat RAPBN yang diajukan Donal Trump tidsk disetujui DPR. Akibatnya pengawai negara mogok kerja karena tak menerima gaji.

3. Penggaruh Olly dalam mempengaruhi kebijakan negara sangat dominan. Presiden berasal dari PDIP sehingga banyak usulan dari daerah ini dipertimbangkan menjadi kebijakan nasional. Jejaring politiknya sangat bagus dan bersahabat dekat dengan sejumlah menteri. Wajar jika banyak bantuan yang mengalir ke daerah ini sehingga berdampak pada tingkat kesejahteraan masyarakat. tantangan Pak Olly adalah belum semua daerah kabupaten kota saling bersinergi dalam sebuah kebijakan sehingga muncul ego wilayah yang sangat kuat. Perbedaan asal usul partai politik kepala daerah menyebabkan kebijakan tidak singkorn. Kasus BSG misalnya. Tantangan lainnya adalah belum semua pimpinan perangkat daerah bekerja secara profesional. Pengawasan yang lemah menjadi penyebab koordinasi antar Pemerintah  daerah belum berjalan baik. Program masing-masing pemerintah daerah kerap tumpang tindi. Program yang diajukan sebagian bukan untuk kepentingan publik tapi sebagai sarana untuk mendapatakan fee proyek, sarana serapan anggaran sebagai indikator penilaian atasan atau kesempatan memanfaatkan sppd untuk pemasukan tambahan. Banyak program yang sifatnya mubasir. Uanganya habis terpakai, ada LPJ nya tapi rakyat tidak merasakan apa-apa terhadap program itu.

Penulis: David_Manewus
Editor: Alexander Pattyranie
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved