Satu Korban Lakalantas Jalan Trans Sulawesi Adalah Pendeta, Begini Ungkapan Sahabat Dekatnya

Neitji Salasa adalah seorang Pendeta di Gereja Jemaat Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI) Apeng Sembeka Bolaang Mongondow Utara

Satu Korban Lakalantas Jalan Trans Sulawesi Adalah Pendeta, Begini Ungkapan Sahabat Dekatnya
kolase tribunmanado
Sahabat Korban Donald Singkilaja (Kiri) dan Pendeta Neitji (Kanan) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Peristiwa kecelakaan yang terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Popontolen, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, meninggalkan sebuah kenangan. Pasalnya salah satu korban wanita bernama Neitji Salasa adalah seorang Pendeta di Gereja Jemaat Kerukunan Gereja Masehi Protestan Indonesia (KGMPI) Apeng Sembeka Bolaang Mongondow Utara (Bolmut).

Sahabat Dekat Pendeta Neitji yakni Donald Singkilaja menjelaskan bahwa selama hidup, dia sangat begitu dengan jemaat beserta pemerintah setempat.

"Kami tak menyangka pendeta Neitji akan dipanggil Tuhan begitu cepat, karena beliau sangat baik. Dekat dengan Jemaat, Masyarakat dan Pemerintah setempat," ujar Singkilaja yang dikenal dengan sapaan Papa Adi.

Baca: Malam ini Ada Supermoon, Disebut Super Snow Moon dan Terbesar di 2019

Baca: Bank SulutGo dan BNI Bentuk Timsus Pemburu Surat Kuasa Pemotongan Gaji ASN Bolmong

Ia pun mengaku sudah hampir 20 Tahun berteman baik dengan Pendeta Neitji, bahkan kenal dengan keluarganya.

"Sudah lama kami saling kenal baik, pertama kali di Nuangan Boltim. Setau kita Beliau pernah tugas di Jiko Molobog Buntalo baru ditempatkan pada pelayanannya saat ini," jelasnya.

Singkilaja pun mengungkapkan kenangan terindah yang tak pernah ia akan lupakan selama bersahabat dengan pendeta Neitji ketika ia dan keluarga menghadiri pemakaman anaknya David Singkilaja yang belum ini telah meninggal.

"Satu keluarga mereka datang, saya dan keluarga terharu, karena jarak desa kami dengan desa Beliau sangat jauh. Mereka memberikan semangat saat kami mengalami duka yang mendalam, kala itu," tandasnya.

Diketahui kejadian kecelakaan lalu lintas ini bermula saat kendaraan dinas roda empat Subditgakum Ditlantas Polda Sulut bergerak dari arah Manado menuju arah Amurang, pada saat melambung kendaraan bersenggolan dengan kendaraan roda empat jenis Ford Focus nomor polisi DB 1187 AS yang dikendarai lelaki SM, yang bergerak dari arah yang sama yaitu dari arah Manado menuju arah Amurang.

Kendaraan Ford Focus keluar ke kiri bahu jalan dan berusaha masuk kembali ke badan jalan, namun kendaraan tersebut tidak dapat lagi dikuasai oleh pengemudinya.

“Mobil Ford Focus kemudian melenggang ke kanan jalan yang pada saat itu melintas kendaraan Honda CBR DB 2943 GL yang di kendarai oleh Martin Luter Lumender dan istrinya Neitji Salasa, dari arah Amurang menuju arah Manado sehingga terjadi tabrakan antara mobil Ford Focus dan motor Honda CBR," ujar Kapolres Minahasa Selatan AKBP FX Winardi Prabowo, Senin (18/2/2019).

Baca: Tetty Paruntu Serukan Kader Sosialisasikan 4 Program Golkar

Baca: Jeffry Wurangian Kumpul Ratusan Pengusaha Kecil di Minut-Bitung

Akibat lakalantas ini, pengemudi kendaraan Ford Focus lelaki bersama Sulfian Mamonto dilarikan ke Rumah Sakit.

Sementara untuk pengendara sepeda motor, Martin Luter Lumender yang berboncengan dengan perempuan Neitji Salasa meninggal dunia di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kami telah melakukan olah TKP dan saat ini dalam proses identifikasi Unit Lakalantas Sat Lantas Polres Minsel,”tambah Kapolres Minsel. (Rhendi Umar/Andrew Pattymahu)

Editor: Rhendi Umar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved