Safwan Anggarkan Pembangunan Tujuh Jamban

Pemanfaatan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa(DD/ADD) Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan(Bolsel) dituntut harus tepat sasaran dan tepat guna.

Safwan Anggarkan Pembangunan Tujuh Jamban
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Jamban menjadi Prioritas Pembangunan Dana Desa 

Safwan Anggarkan Pembangunan Tujuh Jamban

TRIBUNMANADO.CO.ID, MOLIBAGU -  Pemanfaatan Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa(DD/ADD) Di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan(Bolsel) dituntut harus tepat sasaran dan tepat guna.

Hal itu disampaikan Bupati Iskandar Kamaru setiap kali melakukan pertemuan dengan para Sangadi (Kepala Desa).

Menurut Kamaru, anggaran yang dikelola oleh desa harus dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat, agar upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan bisa terealisasi.

"Jamban merupakan hal penting bagi masyarakat, jadi saya mengimbau kepada seluruh pemerintah desa agar menganggarkan untuk pembangunan jamban, karena target kita angka kemiskinan di Bolsel bisa mengalami penurunan signifikan," katanya.

Instruksi Kamaru langsung ditindaklanjuti oleh hampir semua desa di Bolsel.

Terbukti Desa Sakti, Kecamatan Posigadan menanggarkan pembangunan 13 unit jamban pada tahun anggaran 2018. Jamban yang didanai melalui Dana Desa tersebut, sudah dinikmati warga Desa Sakti.

Hal itu diakui Sangadi Sakti, Safwan Mohi beberapa waktu lalu.

"Alhamdulillah tiga belas unit jamban sudah rampung dan sudah difungsikan belum lama ini," ujarnya, Selasa (19/2/2019).

Lanjutnya, anggaran pembangunan 13 unit jamban ini berbandrol Rp 130 juta.

"Per unitnya menelan biaya Rp 10 juta, jadi total keseluruhan Rp 130 juta," sebutnya.

Sangadi yang memimpin sekira 220 KK ini mengaku tahun ini kembali menganggarkan pembangunan 7 unit jamban.

"Jamban ini penting bagi masyarakat, karena jamban merupakan salah satu kriteria masyarakat miskin. Makanya pembangunan jamban ini menjadi program prioritas desa kami. Namun karena keterbatasan anggaran, pembangunannya dilakukan bertahap," ungkapnya.

Dirinya berharap, dengan dibangunnya jamban di desa yang ia pimpin, masyarakat di desanya tidak ada lagi yang buang air besar(BAB) disembarang tempat, terutama di sungai.

"Perda tentang larangan BAB sudah ada, makanya saya berharap dengan dibangunnya tiga belas unit jamban ini tidak ada lagi masyarakat yang buang air disembarang tempat. Silahkan gunakan dan rawat fasilitas yang sudah dibangun," tandasnya.

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Rine Araro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved