FKPT Sulut Terbaik Penelitian se-Indonesia

Hasil penelitian kearifan local yang dilakukan FKPT Sulawesi Utara, dinobatkan terbaik

FKPT Sulut Terbaik Penelitian se-Indonesia
Facebook Voucke Lontaan
Voucke Lontaan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Hasil penelitian kearifan local yang dilakukan forum koordinasi pencegahan teroris (FKPT) Sulawesi Utara, dinobatkan terbaik pada Rapat Kerja Nasional FKPT se-Indonesia. Kegiatan ini digelar Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT).

BNPT bekerjasama dengan FKPT Sulut, membekali ratusan penyuluh agama dari Kota Manado dan  Kabupaten Minahasa, dengan ilmu pengetahuan tentang  upaya menangkal dan menghadapi paham radikalisme.
BNPT bekerjasama dengan FKPT Sulut, membekali ratusan penyuluh agama dari Kota Manado dan Kabupaten Minahasa, dengan ilmu pengetahuan tentang upaya menangkal dan menghadapi paham radikalisme. (istimewa)

Rakernas yang dihadiri 32 pengurus FKPT se-Indonesia berlangsung di Hotel Mercure Jakarta, 18 - 20 Februari 2019. Pada acara tersebut Kepala Bidang Penelitian dan Pengkajian FKPT Sulut Lesza Leonardo Lombok, S.H., LL.M., didaulat menjadi nara sumber dengan materi "Pelibatan masyarakat dalam pencegahan terorisme berbasis riset berdasarkan penelitiannya di Sulawesi Utara."

Lombok menyampaikan temuannya tentang bagaimana Sulawesi Utara berhasil melibatkan masyarakatnya dalam menjaga kerukunan dengan keberadaan filosofi Sitou Timou Tumou Tou yang terelaborasikan dalam budaya Mapalus.

"Mapalus merupakan sistem yang telah ada secara turun temurun di Sulawesi Utara. Budaya ini mengajarkan masyarakat untuk selalu bergotong royong dalam mengerjakan segala sesuatu tanpa memandang strata sosial", papar Lombok. Lanjutnya, meskipun pada akhirnya Mapalus mulai tergerus oleh perkembangan zaman, budaya ini tetap menjadi salah satu faktor penentu bagaimana kerukunan masyarakat Sulut tetap terjaga.

Rakernas dibuka Kepala BNPT Komjen Pol. Suhardi Alius, S.H., M.H., juga membahas tentang tantangan dan dinamika pencegahan terorisme yang saat ini semakin besar. "Kemajuan teknologi dengan semakin besarnya tingkat ketergantungan masyarakat terhadap teknologi, menjadi penyumbang sebab tantangan ini", kata Suhardi. Dia mencontohkan penerimaan uang pensiun yang saat ini bisa diterima melalui fasilitas m-banking.

"Dulu ketika pensiunan masih mengambil uang pensiun di kantor pos, setiap akhir bulan harus dandang, naik becak, ketemu pegawai pos dan sesama pensiunan, bisa ngobrol. Sekarang serba teknologi, orang malas cukup beraktifitas dari rumah, tanpa ada interaksi dengan masyarakat lainnya," jelas mantan Kabareskrim Polri tersebut.

Oleh karena itu, BNPT menilai keberadaan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) layak diperkuat sebagai ujung tombak pelaksanaan kegiatan-kegiatan BNPT di daerah sebagai respon tantangan tersebut.

Pengurus FKPT Sulut yang ikut hadir dalam Rakernas, Ketua James Tulangow, SE, Sekretaris Max Togas, SH, Bendahara Diana Amelia Sondakh, Kabid Pemuda dan Pendidikan dr Makmu Djaafara, Kabid Pempuan dan Anak, Winda Mintjelungan, dan Kabid Media dan Humas FKPT Sulut, Drs Voucke Lontaan. (***)

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved