FKUB dan Kemenkumham Diskusi Cari Solusi Masalah 12 Imigran Asal Afghanistan

Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut menggandeng Kemenkumham berdiskusi mencari jalan keluar masalah imigran asal Afganistan

FKUB dan Kemenkumham Diskusi Cari Solusi Masalah 12 Imigran Asal Afghanistan
Tribun manado / Ryo Noor
Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut menggandeng Kemenkumham berdiskusi mencari jalan keluar masalah imigran gelap asal Afganistan 

FKUB-Kemenkumham Diskusi Cari Solusi Masalah 12 Imigran Gelap Asal Afghanistan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Sulut menggandeng Kemenkumham berdiskusi mencari jalan keluar masalah imigran asal Afganistan setelah kasus bakar diri menewaskan Sajjad Jacob.

Diskusi bersama di Kantor Gubernur Sulut, Senin (18/2/2019) ini, menurut Plt Ketua FKUB Lucky Rumopa, ini untuk menetralisir isu yang berkembang tidak jelas mengenai duduk persoalan yang sebenarnya.

Status pengungsi 11 orang ini sudah dicabut UNHCR.

"Sikap FKUB penanganan kasus ini tetap dengan pendekatan kemanusian, sembari pihak imigrasi menangani permasalahan ini dicarikan jalan keluar," kata Pdt Lucky yang merupakan Staf Ahli Gubernur Sulut ini.

Baca: Ketua FKUB Sulut Ingatkan Kemenkumham Utamakan Kemanusiaan dalam Penanganan Warga Afganistan

Baca: Imigran Afghanistan yang Meninggal Bakar Diri, Dimakamkan di Pemakaman Muslim Malendeng

Baca: Warga Manado Hadiri Pemakaman Sajjad, Keluarga: Karena Masyarakat Indonesia Kami bisa Bernapas

Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkumham Jamal Manihuruk menjelaskan, setelah peristiwa bakar diri disusul kematian Sajjad, Rudenim memberi kelonggaran kepada keluarga Sajjad untuk tinggal di luar Rudenim, apalagi mereka masih berduka

"Alasan kemanusian juga," kata Jamal Manihuruk

Rudenim juga memahami saat ini mereka keluarga secara psikologis sedang stres berat.

"Kita tidak hanya melihat dari sisi hukum, mereka di luar Rudenim atas jaminan Unsrat," kata Jamal lagi.

Ia menyampaikan, tapi cepat atau lambat harus kembali ke Rudenim karena status mereka deteni, bukan lagi pengungsi karena status tersebut dicabut UNHCR.

Halaman
12
Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved