CEO Akseleran Ivan Tambunan: Apresiasi dan Dukung OJK Berantas Fintech Ilegal

CEO and Co-Founder Akseleran Ivan Nikolaus Tambunan mengungkapkan mengapresiasi sekaligus mendukung OJK berantas Fintech ilegal

CEO Akseleran Ivan Tambunan: Apresiasi dan  Dukung OJK Berantas Fintech Ilegal
IST
PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID- CEO and Co-Founder Akseleran Ivan Nikolaus Tambunan mengungkapkan mengapresiasi sekaligus mendukung langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberantas Financial technologi (Fintech) ilegal di Indonesia.

"Apa yang dilakukan oleh OJK sebagai bentuk mengedepankan prinsip perlindungan terhadap konsumen dan meningkatkan kesadaran kepada masyarakat agar tidak terjebak terhadap pinjaman online dari perusahaan fintech ilegal," ujarnya, Senin (18/02/2019).

Akhir-akhir ini ramai dibicarakan oleh publik mengenai bentuk praktik penagihan yang tidak menggunakan kode etik kepada konsumen dan pemberian tingkat bunga yang mencekik leher.

Baca: Akseleran Bantu Meringankan Korban Bencana Gempa Lombok

Tidak sedikit pengguna mengatasnamakan dirinya sebagai korban dari jebakan pinjaman online.

Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, terdapat 635 perusahaan fintech yang tidak terdaftar atau dinilai ilegal, dan sebanyak 231 diantaranya sudah ditutup izinnya oleh OJK.

Akseleran sendiri, katanya, merupakan startup fintech berbasis Peer-to-Peer Lending (P2P Lending) yang menyalurkan pinjaman produktif kepada para pelaku usaha (UKM) tingkat menengah ke atas dengan minimal sebesar Rp 75 juta dan maksimal sebesar Rp 2 miliar.

Di sisi lain, Ivan mengungkapkan, sebagai platform P2P Lending maka masyarakat juga dapat menjadi pemberi pinjaman di Akseleran mulai dari Rp 100 ribu dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18% - 21% per tahun.

Baca: Gelar Media Briefing, Ivan Tambunan Mengajak Untuk Megenal Lebih Dekat Manfaat Akseleran

Katanya, Akseleran sebagai perusahaan P2P Lending di Indonesia yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK dan saat ini sedang memasuki proses untuk memperoleh perizinan final.

"Oleh karena itu, kami bersama-sama dengan industri melalui Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) terus berupaya memberikan layanan yang terbaik untuk pengguna, termasuk dari sisi penagihan dan pembatasan biaya maupun imbal hasil yang bersifat predatory,” ujarnya.

Baca: Akseleran Fokus Lakukan Edukasi ke Masyarakat

Layanan terbaik yang dilakukan Akseleran kepada konsumen, jelasnya, bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat.

Sebagai informasi, per Februari 2019, OJK telah merilis ada sebanyak 99 perusahaan fintech lending yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Sebelumnya, selama tahun 2018, total pinjaman yang disalurkan oleh 88 perusahaan fintech lending mencapai sebesar Rp 22,67 triliun, atau mengalami kenaikan 784 persen secara year on year (YoY). (ndo)

Berita Populer: Siswi SD di Manado Disetubuhi 2 Kali oleh Pacar Ibunya di Indekos Kecamatan Malalayang

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: Herviansyah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved