Perayaan HUT Ke-30 KBK Keuskupan Manado, Ketum Edwin Kindangen: Harus Jadi Bapak dan Suami yang Baik

KBK, katanya, harus menjadi bapak dan suami yang baik. Mereka juga harus aktif dalam hidup mengereja.

Perayaan HUT Ke-30 KBK Keuskupan Manado, Ketum Edwin Kindangen: Harus Jadi Bapak dan Suami yang Baik
Tribun Manado
Ketua Umum KBK Keuskupan Manado Edwin Kindangen menyampaikan sambutan dalam perayaan syukur HUT ke-30 KBK, Jumat (15/2/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Manado David Manewus

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kaum Bapak Katolik (KBK) Keuskupan Manado (KM) merayakan hari ulang tahun ke-30, Jumat (15/2/2019), di Dendengan Dalam, Kecamatan Tikala.

Dalam sambutannya, Ketua Umum KBK Edwin Kindangen mengaku teringat tokoh-tokoh pendiri. Tanpa mereka, KBK KM belum akan mencapai usia 30 tahun.

"Ini melewati suka duka. Ini Catholic fathers fellowship bukan Catholic fathers organisation," katanya.

Ia mengatakan, dinamika adalah kebutuhan. KBK KM dinamis demi kebaikan.

"Kita satu tubuh, tubuh Kristus sendiri. Kita kaum Bapak akan dapat berjalan jika saling memperhatikan," ujarnya.

Baca: HUT Ke-30 KBK Keuskupan Manado, Pastor Yangko Alo Ingatkan Peran Adam dalam Kisah Dosa Asal

Ia mengatakan KBK harus taat pada hierarkis. Tidak ada KBK paroki bertentangan dengan pastor paroki.

"Taat pada hierarki. Kalau sementara berjalan ke utara dan uskup bilang selatan, langsung ke Selatan," katanya.

Ia mengatakan, KBK berada di bawah Komisi Keluarga Keuskupan Manado, tidak ada bedanya dengan Serikat Kepausan Anak Misioner (Sekami).

"Anggota KBK yang sudah menikah atau sudah berumur 30 tahun, mereka wajib pro familia, ecclesia et patria," ujarnya.

KBK, katanya, harus menjadi bapak dan suami yang baik. Mereka juga harus aktif dalam hidup mengereja.

Baca: KBK Paroki Modoinding Lepas Dua Tarsius ke Hutan Gunung Doluong

"Pro patria bukan nanti harus berperang. Aktif kerja bakti, bayar pajak dan taat peraturan berlalu lintas. Tidak ada korelasi antara tanda salib dengan berhenti di tempat yang tidak dizjinkan. Aktif di Gereja bukan harus lulusan seminari," katanya.

Ia mengatakan ada peristiwa besar dunia yaitu pertemuan imam besar Masjid Al-Azhar Ahmed al-Tayeb dengan pemimpin umat Katolik sedunia Paus Fransiskus di Uni Emirat Arab. Pertemuan itu melahirkan kesepakatan besar.

"Itu yang harus diwartakan KBK. Selamat dan mari kita bersuka cita," ujarnya. (*)

Penulis: David_Manewus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved