Ini Tanggapan LSM Swara Parangpuan Soal Kasus Prof Winda Mercedes Mingkid

Kasus perceraian yang dialami Prof Dr Winda Mercedes Mingkid, Dosen Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan Prof Dr Benny Pinontoan

Ini Tanggapan LSM Swara Parangpuan Soal Kasus Prof Winda Mercedes Mingkid
ISTIMEWA
Nur Hasanah, LSM Swara Parangpuan 

Laporan Wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) bisa dalam bentuk verbal maupun non verbal. Tak hanya perempuan yang melulu jadi korban, lelaki juga bisa jadi korban.

"Siapa pun bisa jadi korban, tak dilihat dari latar belakang pendidikannya. Soal hubungan suami istri tak melihat pendidikan, ini soal perasaan," ujar Nur Hasanah, dari LSM Swara Parangpuan, Sabtu (16/2/2019).

Kasus perceraian yang dialami Prof Dr Winda Mercedes Mingkid, Dosen Perikanan Universitas Sam Ratulangi Manado dan Prof Dr Benny Pinontoan pasti memiliki akar permasalahan.

"Mungkin karena komunikasi tak lancar. Kemudian ada yang mencari tempat aman. Itu salah karena tak menyelesaikan masalah, tak mampu mengkomunikasikan itu," katanya.

Suami istri yang mengalami masalah, harus ngomong pada orang terdekat. Atau pada ahlinya seperti psikolog.

Jangan memendam sendiri.

Paling tidak ada pandangan lain yang bisa meringankan, sebelum masalah makin berat.

"Mungkin saja postingan Prof Winda menjadi klimaks dari apa yang dia pendam selama ini. Berjuang sendiri, tak membicarakannya pada orang lain. Ambil keputusan saat halau. Jangan terlena dan menganggap masalah selesai, tanpa membentengi diri untuk akibat terburuk," katanya.

Perempuan yang mengalami masalah dalam rumah tangga jangan diam. Harus mencaeo bantuan untuk menguatkan, agar tak ada yang menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi.

Halaman
123
Penulis: Finneke Wolajan
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved