Bos Tekstil Asal Bandung Sempat Diancam: Dua WNI Dimutilasi di Malaysia

Otoritas Malaysia memastikan potongan tubuh yang ditemukan di tepi Sungai Buloh Selangor, Malaysia, akhir Januari lalu merupakan Warga Negara Indonesi

Bos Tekstil Asal Bandung Sempat Diancam: Dua WNI Dimutilasi di Malaysia
iStockphoto
Ilustrasi kasus pembunuhan seorang pengantin dimutilasi karena bercanda bahas umur istri 

TRIBUNMANADO.CO.ID, BANDUNG -  Otoritas Malaysia memastikan potongan tubuh yang ditemukan di tepi Sungai Buloh Selangor, Malaysia, akhir Januari lalu merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Korban adalah Ujang Nuryanto (37), bos tekstil asal Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Kemarin, istri Nuryanto, Meli Rahmawati (33) didampingi pengacara Hermawan mendatangi Mapolda Jawa Barat untuk konsultasi. Menurut Hermawan, konsultasi dilakukan terkait adanya ancaman yang sempat diterima Nuryanto sebelum pergi ke Malaysia.

"Pak Nuryanto memang pernah menyampaikan seperti itu (diancam), makanya kami koordinasi ke penyidik," ujar Hermawan saat dihubungi Tribun, Kamis malam.

"Soal ancamannya seperti apa nanti kami akan buka ke penyidik," imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, mengatakan tak ada laporan apapun yang disampaikan keluarga Muryanto  ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). "Mungkin mereka datang hanya untukl konsultasi karena mengingat tempat kejadiannya di Malaysia," ujar Trunoyudo.

Hermawan menceritakan, kepastian mayat WNI yang ditemukan tewas dengan kondisi dimutilasi di Malaysia adalah Nuryanto setelah diinformasikan oleh Kedutaan Besar RI di Malaysia pada Kamis kemarin.

"Mereka mengkonfirmasi bahwa jasad yang dimutilasi itu klien kami. Sidik jarinya sesuai dengan data di e-KTP," ujar Hermawan, saat dihubungi Tribun melalui telepon, semalam.

Pihak keluarga telah menduga korban adalah Nuryanto setelah melihat dari telepon genggam dan pakaian yang dikenakan. "Kepastian itu sudah diprediksi sejak awal oleh keluarga. Mengingat, ponsel, dan pakaian yang ditemukan dikenali oleh pihak keluarga," ujarnya.

Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bekerja sama Polisi Diraja Malaysia (PDRM) dalam penanganan kasus WNI tersebut. Dari proses identifikasi otoritas Malaysia, diketahui data sidik jari Nuryanto yang terekam di KTP elektronik Nuryanto dengan sidik jari korban adalah identik. "Semua identik dengan sidik jari e-KTP atas nama Nuryanto," kata Kabid Daktiloskopi Kriminal Pusinafis Polri Kombes Yayat Ruhiyat Hidayat di Mabes Polri, Jakarta.

Adapun untuk mayat perempuan diduga teman Nuryanto juga merupakan WNI, Ai Munawaroh. Namun, untuk membuktikannya, Polri mengirimkan sampel DNA ayah kandung Ai Munawaroh ke Polisi Diraja Malaysia (PDRM) untuk dilakukan tes DNA.

Halaman
123
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved