Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom Mobil Meledak, 37 Paramiliter India Tewas

Ledakan itu berasal dari sebuah mobil van yang melalui bus dalam konvoi 78 kendaraan

Editor: Charles Komaling
NewsIn.Asia
Bom Kashmir 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KASHMIR - Serangan bom bunuh diri, yang diklaim dilakukan kelompok Jaish-e-Mohammad, menewaskan 37 tentara paramiliter di Kashmir, India, Kamis (14/2/2019).

Laporan kantor berita AFP menyebutkan, ledakan itu berasal dari sebuah mobil van yang melalui bus dalam konvoi 78 kendaraan. Konvoi tersebut membawa sekitar 2.500 anggota paramiliter Pasukan Polisi Cadangan Pusat (CRPF).

Sementara, dua unit bus biru masing-masing membawa 35 orang terkena ledakan besar, yang suaranya dapat terdengar beberapa kilometer jauhnya. Serangan itu terjadi di jalan raya utama menuju Jammu, sekitar 20 km dari Kota Srinagar.

"Ledakannya sangat dahsyat. Ledakan yang berasal dari mobil," kata juru bicara CRPF, Sanjay Kumar.

Setelah serangan tersebut, ratusan pasukan pemerintah mengepung sekitar 15 desa di distrik sekitar lokasi kejadian. Mereka juga mulai menggeledah satu per satu rumah.

Menanggapi tragedi tersebut, pemerintah India menyerukan sanksi terhadap kelompok militan Jaish-e-Mohammad. India menginginkan agar kelompok yang berbasis di Pakistan tersebut dimasukkan dalam daftar teroris oleh PBB.

Diwartakan BBC, sebelumnya India telah mencoba beberapa kali merayu PBB agar memasukkan pemimpin Jaish-e-Mohammad Maulana Masood Azhar sebagai teroris global. Namun, upaya itu berulang kali diblokir oleh China, yang merupakan salah satu sekutu Pakistan.

Hingga kini, setidaknya ada 10 serangan bunuh diri sejak 1989. Sementara serangan bunuh diri terbaru merupakan yang kedua kali memakai mobil. Baca juga: Misterius dan Kecil, Spesies Katak Baru Ditemukan di India

Seperti diketahui, India dan pakistan mengklaim wilayah Kasmir, namun keduanya hanya mengendalikan sebagian. Kelompok Jaish-e-Mohammad didirikan oleh ulama Masood Azhar pada 2000.

Semenjak itu, kelompok tersebut kerap disebut sebagai pelaku utama serangan di wilayah India. Organisasi itu juga sudah dilarang di Pakistan sejak 2002. Pemimpinnya, Azhar, masih menjadi buronan dan dilaporkan berada di area Bahawalpur, Punjab. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved