Olly Curhat soal Bank SulutGo-BNI: Dari Etika Bisnis hingga Politik

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey belum melihat ada unsur politis di balik pemindahan Rekening Kas Umum Daerah

Olly Curhat soal Bank SulutGo-BNI: Dari Etika Bisnis hingga Politik
TRIBUN MANADO/FINNEKE WOLAJAN
Gubernur bagi-bagi sertifikat PTSL di Likupang, Kabupaten Minahasa Utara, Rabu (13/2/2019). Olly dorong Bank SulutGo permudah KUR. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey belum melihat ada unsur politis di balik pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Pemkab Bolmong dari Bank SulutGo ke BNI.

Olly lebih melihat pemindahan rekening itu sebagai rendahnya level kesadaran Pemkab Bolmong dalam membangun dan membesarkan daerah sendiri.

Sebab, selama ini, kata Olly, keberadaan Bank SulutGo justru membantu memasok Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lumayan besar, baik bagi Bolmong maupun Sulut.

Pendapatan dari dividen ini akan berkurang atau bahkan hilang, tatkala mereka meninggalkan Bank SulutGo, bank daerah yang semestinya dibesarkan bersama-sama demi kemakmuran daerah.

Selain itu, Olly sangat menyayangkan BNI. Sebagai bank milik negara, kata Olly, seharusnya BNI membantu pertumbuhan bank daerah, bukan malah menggerogoti atau bahkan mematikannya.

Yang dilakukan BNI di Sulut, menurut Olly, adalah cara-cara kapitalis, yang besar mematikan yang kecil. Cara-cara yang mengabaikan etika bisnis ini, lanjutnya, bisa merusak perekonomian Sulut.

Rencana pembangunan yang disusun Pemprov Sulut bisa gagal oleh BNI.

Ungkapan keras itu disampaikan Gubernur Olly Dondokambey kepada Tribunmanado.co.id saat dalam perjalanan dinas ke Likupang, Minahasa Utara, Rabu (13/2/2019)

Berikut wawancana eksklusif dengan orang nomor satu di Provinsi Sulawesi Utara itu:

Bapak menyatakan BNI kapitalis dan merusak perekonomian Sulut?

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved