OJK Menunggu Asuransi Penuhi Aturan: Ini yang Harus Disiapkan Industri Asuransi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu perusahaan asuransi agar memenuhi aturan batas minimum modal Rp 150 miliar.

OJK Menunggu Asuransi Penuhi Aturan: Ini yang Harus Disiapkan Industri Asuransi
kompas.com
OJK 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) masih menunggu perusahaan asuransi agar memenuhi aturan batas minimum modal Rp 150 miliar. Aturan batas minimum tersebut tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 67 tahun 2016.

Rupanya setelah aturan tersebut berjalan,  masih ada beberapa perusahaan asuransi yang belum memenuhi syarat minimum modal. Jurubicara OJK Sekar Putih Djarot menjelaskan, aturan modal disetor sebesar Rp 150 miliar berlaku untuk pendirian izin usaha asuransi yang baru.

Sementara, bagi perusahaan yang telat mendapatkan izin usaha wajib menyesuaikan ketentuan.  Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatatkan, sepanjang 2017, terdapat 45 perusahaan asuransi umum dari total 76 pemain yang modal disetor masih di bawah Rp 150 miliar.

Direktur Eksekutif AAUI Dody Achmad Sudiyar Dalimuthe menjelaskan, alasan kenapa masih banyak pemain yang belum memenuhi aturan tersebut karena mereka masih tahap penyesuaian. Menurutnya, kewajiban pemenuhan aturan itu paling lambat pada tahun 2019.

Harus siap uang

Dengan adanya aturan tersebut, industri asuransi bisa lebih sehat secara finansial. Misalnya, jika perusahaan mengalami kerugian, bisa memanfaatkan modal yang tersedia. “Industri asuransi ini memang harus siap uang, siap aset karena objek yang ditanggung banyak. Apalagi, indikator keuangan perusahaan sehat itu dari ketersediaan pendanaan,” ungkap Dody.

Agar menambah modal, pelaku usaha asuransi mesti mencari sumber pendanaan lain melalui strategi partnership.  Seperti merger maupun akuisisi.  

Sementara Head Product Development Adira Insurance Tanny Megah Lestari mengatakan, akan mengikuti ketentuan tersebut jika perusahaannya  mengalami perubahan komposisi saham. “Terkait kondisi permodalan Adira, saat ini sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku,"ujarnya.

Direktur Utama Asuransi Wahana Tata Christian Wanandi mengaku telah menunaikan  aturan  ketentuan pemenuhan modal tersebut.    

Pelaku Antusias Menjalankan Bisnis Asuransi Ekspor

Halaman
1234
Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved