Sajjad Meninggal Dunia

11 Foto Sajjad, Warga Afghanistan yang Tewas Setelah Bakar Diri di Rudenim Manado, Ada Bikin Nangis

Berikut 11 foto Sajjad, imigran Afghanistan yang bakar diri di Rudenim Manado, foto terakhir bikin nangis

11 Foto Sajjad, Warga Afghanistan yang Tewas Setelah Bakar Diri di Rudenim Manado, Ada Bikin Nangis
KolaseTribunmanado.co.id/Facebook Sajad
11 Foto Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Foto Terakhir Bikin Nangis 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sajjad (24), warga Afghanistan penghuni rumah detensi imigrasi (Rudenim) Manado yang membakar diri Kamis (07/02/2019) meninggal dunia, Rabu (13/02/2019) kemarin.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu (13/02/2019), diketahui Sajjad (24) melakukan aksi bakar diri sebagai protes terhadap PBB terkait status mereka.

Akibat aksi bakar diri tersebut, pamannya Muhammad Rahim (60) ikut terbakar saat berdiri disampingnya.

Aksi tersebut dilakukan saat dirinya hendak ditangkap karena memprotes PBB yang tak memenuhi status mereka sebagai pengungsi.

Aksi protes sudah dilakukan oleh puluhan penghuni dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka melakukan unjuk rasa dan mogok makan karena ditolak menjadi pengungsi.

"Selama ini PBB terlebih khusus UNHCR telah menginjak hak kami. Sebab selama 20 tahun ini mereka tidak pernah lanjuti janji mereka. Saya ingin bertanya kepada mereka. Kenapa? Ada apa?" ujar Sajjad saat ditemui tribunmanado.co.id di RSUP Kandou saat masih hidup

Dia dan penghuni lainnya menggelar aksi protes untuk mendapatkan status sebagai pengungsi. Upaya bertahun-tahun itu tak kunjung dipenuhi PBB dan lembaga internasional lainnya.

Baca: BREAKING NEWS: Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado Meninggal Dunia

Baca: 10 Foto Sajjad, Imigran Afghanistan yang Bakar Diri di Rudenim Manado, Ada yang Saat di Kolam Renang

"Dengan diperolehnya status pengungsi tersebut. Kami memiliki hak untuk dikirim ke Community House yang berada di Makassar atau Jakarta, sebelum dideportasi ke negara tujuan. Sehingga tidak merasa terpenjara di Rudenim Manado ini," bebernya

Dia mengungkapkan semua aksi demonstrasi dan mogok makan beberapa tahun terakhir hanya untuk mendapatkan status sebagai pengungsi.

Halaman
1234
Penulis: Indry Panigoro
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved