Menegangkan, Detik-detik Pesawat Lion Air JT-780 Turbulensi, Penumpang: Mesin Mati dan Pesawat Oleng

Muhammad Arief menceritakan detik-detik mencekam di dalam Pesawat Lion Air JT-780 sesaat sebelum pilot memutuskan kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin

Menegangkan, Detik-detik Pesawat Lion Air JT-780 Turbulensi, Penumpang: Mesin Mati dan Pesawat Oleng
Tribun Jateng/Dini Suciatiningrum
Pesawat Lion Air Boeing 737-900ER PK LJL mengalami pecah ban saat take off di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Rabu (8/1/2014) sekitar pukul 10.45 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat Lion Air JT-780 dari Surabaya ke Palu transit Makassar, sekitar pukul 22.20 wita, Selasa (12/2/2019), mengalami turbulensi di langit perairan Selat Makassar.

Pesawat yang sejatinya terbang dari Bandara Internasional Juanda, Surabaya (SUB) transit di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar (UPG) melanjutkan perjalanan ke Bandara Palu.

Pilot memilih Return to Base (RTB) tak lama setelah meninggalkan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar menuju Palu.

Baca: BREAKING NEWS - Lion Air JT-780 Turbulensi di Selat Makassar, Penumpang Histeris: Pesawat Oleng

Baca: 7 Fakta Pesawat Lion Air JT-780 yang Alami Turbulensi: Penumpang Histeris Mesin Pesawat Mati

Baca: Pesawat Lion Air JT-780 Alami Turbulensi, AirNav Makassar: Ada Kerusakan, Lihat Video Flight History

Belum ada konfirmasi resmi dari pihak Lion tentang kejadian ini.

Hingga pukul 01.30, dikabarkan polisi dan aviation security masih menenangkan puluhan penumpang yang panik dan histeris.

Salah seorang penumpang, Muhammad Arief, menceritakan detik-detik mencekam di dalam pesawat sesaat sebelum pilot memutuskan kembali ke Bandara Sultan Hasanuddin.

Kata dia, terjadi kepanikan di kabin penumpang dan ada goyangan yang tak bisa dirasakan penumpang.

"Kita sudah terbang 30 menit. mesin sepertinya mati, oleng dan sudah seperti jatuh, lalu kembali ke Makassar," kata Muhammad Arief, dalah satu penumpang Lion Air, asal Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, sesaat setelah mendarat darurat di Makassar.

Hingga pukul 01.40 wita, Arief memilih menginap di salah satu hotel di sekitar bandara.

"Alhamdulillah, Tuhan menyelamatkan saya," katanya sambil mengeluarkan air mata, seperti dikemukakan Arief kepada Suradi, resepsionis hotel.

Halaman
1234
Editor: Indry Panigoro
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved