Eksistensi Tarian Masamper di Bolsel dengan Mayoritas Warga Muslim

Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah satu daerah dengan mayoritas masyarakat beragama muslim terbesar

Eksistensi Tarian Masamper di Bolsel dengan Mayoritas Warga Muslim
TRIBUNMANADO/NIELTON DURADO
Tarian masamper saat Festival Tulude masyarakat Dumagin A Kecamatan Pinolosian Timur 

Laporan Wartawan Tribun Manado Nielton Durado

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) adalah satu daerah dengan mayoritas masyarakat beragama muslim terbesar di Sulawesi Utara (Sulut).

Meski begitu, keberagaman terlihat jelas ditengah kehidupan masyarakat Bolsel.

Salah satu contoh yang terlihat dari kerukunan masyarakat di Bolsel adalah bagaimana tarian Masamper yang merupakan budaya masyarakat suku Nusa Utara yang memeluk kepercayaaan Kristiani tetap eksis di daerah ini.

Menurut Pendeta Ambrosius Makassar salah satu dewan Adat Suku Nusa Utara mengatakan bahwa suatu kebanggan besar masyarakat Nusa Utara dimana tarian Masamper ikut diperlombakan di Bolsel.

"Tentu kami bangga, karena masyarakat Bolsel yang didominasi agama muslim. Tetap mencintai budaya kami warga dengan kepercayaan Nasrani," ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan lomba tarian masamper ini juga sering diikuti oleh masyarakat Bolsel.

"Bahkan yang juara 1 lomba Masamper di Festival Tulude tahun ini adalah dari Kota Kotamobagu. Ini pertanda bahwa tarian kami juga dicintai semua kalangan," ucapnya.

Bupati Bolsel Iskandar Kamaru mengakui bahwa daerah yang dipimpinnya punya toleransi antar umat beragama yang sangat luar biasa.

"Bahkan sebagai Bupati saya sangat mengagumi tarian ini," beber dia.

Tak lupa ia berpesan agar semua unsur masyarakat untuk tetap memelihara keberagamaan yang indah ini.

"Karena pelangi tidak indah hanya dengan satu warna, begitu juga dengan toleransi. Maka sudah menjadi tugas kita semua untuk merawat keindahan ini," pungkasnya.

Tarian Masamper sering dilombakan oleh masyarakat Desa Dumagin A saat Festival Tulude 2019.

Festival Tulude adalah perayaan dimana masyarakat Suku Nusa Utara di desa Dumagin A, yang mensyukuri berkat Tuhan selama tahun 2018. Lalu meminta penyertaannya untuk menapaki tahun 2019.

Dalam Festival Tulude masyarakat Dumagin A Kecamatan Pinolosian Timur juga melakukan prosesi pemotongan kue adat mereka yang diberi nama Tamo. 

Penulis: Nielton Durado
Editor: Aldi
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved