Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Naik, saat Dikeluhkan Ketua PHRI

Kenaikan harga tiket pesawat telah membuat pelaku usaha di bidang pariwisata, terutama hotel mengeluh sepi.

Jokowi Kaget Harga Tiket Pesawat Naik, saat Dikeluhkan Ketua PHRI
Ilustrasi Tiket Pesawat 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan harga tiket pesawat telah membuat pelaku usaha di bidang pariwisata, terutama hotel mengeluh sepi.

Keluhan atas kenaikan harga tiket pesawat tersebut, diungkapkan Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani.

Hariyadi mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat menyebabkan sepinya kamar-kamar hotel di Indonesia.

Dikutip dari Kompas.com, Hariyadi mengeluh atas kenaikan harga pesawat tersebut kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca: Solskjaer Ungkap Petuah Sir Alex Ferguson Sebelum Manchester United Cukur AS Roma 7-1

Baca: Saat ke Gym Mana yang harus Didahulukan Latihan Latihan Beban? Berikut Ulasannya

Keluhan Hariyadi tentang kenaikan harga pesawat tersebut, ia sampaikan dalam perayaan HUT Ke-50 PHRI di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Hariyadi mengatakan, kenaikan harga tiket pesawat mencapai 40 persen.

Hal tersebut membuat berkurangnya minat masyarakat untuk berlibur di dalam negeri.

Mahalnya tiket pesawat di dalam negeri, berbanding terbalik dengan harga tiket pesawat di luar negeri.

Maka dari itu, menurut Hariyadi, masyarakat lebih memilih berlibur ke luar negeri daripada berlibur ke dalam negeri.

"Kondisi harga tiket yang mahal ini telah mengakibatkan berkurangnya perjalanan masyarakat yang berakibat menurunnya hunian hotel 20-40 persen," keluh Hariyadi kepada Jokowi.

Halaman
123
Editor: Rhendi Umar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved