3 Tahun Kepemimpinan OD-SK: Ini Keinginan Olly yang Belum Terwujud

Sulawesi Utara telah jadi kekuatan baru ekonomi di timur Indonesia! Kurun 3 tahun memimpin, Gubernur Olly Dondokambey

3 Tahun Kepemimpinan OD-SK: Ini Keinginan Olly yang Belum Terwujud
ISTIMEWA
Gubernur Sulut Olly Dondokambey 

Begitu juga sektor infrastruktur. "Kita bisa merasakan hasilnya. Infrastruktur berkembang pesat," kata dia.
Pembangunan jalan, waduk dan irigasi belum pernah terbangun sepesat di masa 3 tahun kepemimpinan OD-SK.
Sementara itu, tren angka kemiskinan menurun (lihat grafis). Kemiskinan menurun buah dari program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang digagas Gubernur Olly.

Program ODSK itu merupakan program terintegraai mencakup sejumlah bidang. Tak hanya bidang sosial, termasuk ekonomi, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, pertanian, perkebunan, perdagangan dan lain sebagainya.

Semua bidang keroyokan untuk menurunkan angka kemiskinan. Fokusnya, mempertajam efesiensi program perlindungan sosial, meningkatkan akses terhadap pelayanan dasar dan memberdayakan kelompok masyarakat miskin merupakan bagian dari program ODSK.

Program ODSK diakui secara nasional hingga mendapatkan penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik 2018 yang diberikan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.

Belanjut program ODSK kembali meraih penghargaan dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).
Olly-Steven berhasil meraih Adhi Purna Prima Award yang diserahkan di Hotel Sangrila, Jawa Timur, Senin (28/1/2019) malam.

Meskipun telah mendapatkan penghargaan atas keberhasilan menurunkan angka kemiskinan menjadi 7 persen, Olly tetap berupaya menurunkan lagi angka kemiskinan tersebut hingga tinggal 6,7 persen.

Jelly Walansendow
Jelly Walansendow (Istimewa)

Libatkan Industri
Berbasis Masyarakat

Jelly Walansendow, dosen Unika De La Salle menilai, banyak keberhasilan OD-SK dalam bidang pariwisata. Tapi masih banyak yang perlu dibenahi. Dalam pengembangan SDM, OD-SK menempatkan pejabat sesuai dengan kompetensi.

Mereka juga bekerja sama dengan bidang kelembagaan dan kerja sama Kementerian Pariwisata RI dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulut dan Kota Manado untuk pelatihan SDM bersertifikasi seperti Asesor Tour Guide, MICE, SPA, dan sebagainya untuk menunjang industri pariwisata. Ada juga pelatihan untuk Stake holder Pariwisata (ASITA, TAS, HPI, ASPI dan lainnya).

Untuk aksesibilitas (infrastruktur atau sarana-prasarana) tergolong baik. Apalagi penetapan KEK Likupang oleh pemerintah pusat yang disambut antusias oleh Pemprov (OD-SK) sebagai upaya memajukan pariwisata daerah didukung oleh kadispar kabupaten dan kota se-Sulut.

Amenitas (amenities) seperti taman, rumah makan, hotel, toko cinderamata dan berbagai fasilitas untuk wisatawan sudah cukup memadai. Namun alangkah baiknya melibatkan industri berbasis masyarakat, agar supaya manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh segelintir pengusaha tetapi juga oleh masyarakat.
Penyadaran dan pelatihan serta pendampingan terus menerus wajib dilakukan kepada masyarakat agar membangkitkan jiwa wirausaha dan tak sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.

Untuk attraction atau atraksie, berbagai pemilihan lomba keputrian atau duta wisata yang dilakukan sangat baik. Selain mengasah kemampuan dan kepercayaan diri, mereka mempromosikan produk daerah seperti kain batik daerah.

Tapi sesudah kegiatan berlangsung, para finalis tidak dilibatkan atau diberdayakan secara maksimal. Hanya sebagai penerima tamu kegiatan daerah, padahal mereka bisa dipromosikan untuk direkrut oleh lembaga kedinasan dan menjadi corong promosi wisata daerah.

Para duta bisa juga dirangkul oleh komunitas Gerenasi Muda Pesona Indonesia atau Genpi lewat berbagai kegiatan positif khususnya promosi pariwisata daerah. Genpi Sulut sudah resmi dilantik, sebaiknya upaya sosialisasi kegiatan ditingkatkan terus menerus.

Contohnya melibatkan semua mahasiswa Fakultas Pariwisata (Unika De La Salle, Politeknik Manado, STIPAR, STIEPAR, Unsrat dan Unima) dan kompetensi mereka.

Membentuk jaringan antarmahasiswa pariwisata di bawah naungan Himpunan Lembaga Pendidikan Tinggi Pariwisata Indonesia.
Khusus di Sulut ada kolaborasi dengan program OD-SK bersama Hermawan Kertajaya, Genpi Sulut untuk promosi pariwisata.
Perlu kesadaran merawat dan menjaga lingkungan dengan membuang sampah di tempat sampah, pisahkan sampah plastik. Itu perlu ditanamkan sejak dini lewat guru PAUD, play grup dan TK. Juga pendidikan karakter dan revolusi mental di segala bidang. 

Perbanyak Lapangan Kerja

Kepemimpinan OD-SK genap 3 tahun pada Selasa (12/2/2019). Maria Merry Singkoh, warga Tondano, Kabupaten Minahasa berharap program OD-SK yang tercapai.

Ia sangat mengharapkan Sulut, terlebih khusus Minahasa dapat berkembang di segala aspek, salah satunya di bagian lapangan pekerjaan.

Pasalnya gadis pemilik akun instagram bernama @mariamerrys ini menilai lapangan pekerjaan di Sulut masih kurang dibandingkan dengan jumlah masyarakat.

"Saya berharap agar pengangguran di Sulut bisa lebih ditekan, bahkan lapangan pekerjaan harus diperbanyak agar bisa sedikit angka pengangguran dan angka kemiskinan makin berkurang," ungkap gadis kelahiran Tondano, 23 Desember 1993 ini kepada tribunmanado.co.id, Senin (11/2/2019).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut merilis angka kemiskinan Provinsi Sulawesi Utara tahun 2018 turun menjadi 7,59 persen.
Data itu merujuk hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) September 2018, sebagai perbandingan Maret 2018 angka kemiskinan ada di angka 7,8 persen.

Penurunan angka kemiskinan tersebut merupakan hasil dari program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan (ODSK) yang digagas Gubernur Sulut, Olly Dondokambey.
Program ODSK itu merupakan program terintegrasi mencakup sejumlah bidang, tak hanya bidang sosial, termasuk ekonomi, pariwisata, infrastruktur, pendidikan, pertanian, perkebunan, perdagangan dan lain sebagainya.  (ryo/art/eas/dma)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Lodie_Tombeg
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved