Di Rapat Bersama DPRD Bolmong dan BNI, Bank SulutGo Ungkap Kerugian Rp 200 Miliar

Rapat tersebut membahas solusi atas pemotongan kredit pinjaman aparatur sipil negara (ASN) antara BNI dan Bank SulutGo.

Di Rapat Bersama DPRD Bolmong dan BNI, Bank SulutGo Ungkap Kerugian Rp 200 Miliar
Tribun Manado
Pimpinan DPRD Bolmong diabadikan bersama perwakilan BNI dan Bank SulutGo seusai rapat dengar pendapat, Senin (11/2/2019). 

"BNI sempat melakukan pemotongan empat kali atas perintah pimpinan daerah. Sebanyak 571 pegawai dengan jumlah Rp 1,7 miliar. Kami melakukan pemblokiran. ASN ada yang ngamuk di kantor. Kami tunjukkan surat kuasa, tapi mereka tidak mengakuinya," ujar Frangky.

Selain itu, mereka juga mendapat tekanan luar biasa. "Kami mendapat tekanan luar biasa dari ASN. Jadi satu persatu kami buka blokir tersebut. Kewenangan memotong ada di pemda, kalau disuruh memotong kami akan potong," ungkapnya.

BERITA POPULER:

Baca: Ayah Marcelino Mongi Ceritakan Percakapan Terakhir Sebelum Anaknya Meninggal Kecelakaan di Kairagi

Baca: Inilah Deretan Smartphone dengan Radiasi Tertinggi, Simak Dampak dan Cara Pencegahannya!

Baca: Dikabarkan Sakit Stroke, Begini Kondisi Sebenarnya Ali Mochtar Ngabalin

Bahkan, BNI punya itikad baik memotong kredit ASN. Tapi blokir yang telah mereka lakukan justru diminta untuk dibuka.

Selain itu, pihak BNI setuju akan melakukan pemotongan dan disampaikan dalam forum tersebut. Kesepakatan hasil rapat juga akan dibuat berita acara dan ditandatangani masing-masing dari pihak BSG dan BNI.

Ketua DPRD Welty Komaling berterima kasih atas kesepakatan antara BSG dan BNI yang telah disampaikan dalam rapat dengar pendapat.

"Jika ada tekanan atau kendala, sampaikan kepada kami di DPRD. Kami berharap kesepakatan ini mulai dilaksanakan dalam minggu ini sampai 1 Maret sudah tuntas," kata Welty. (*)

Penulis: Maickel_Karundeng
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved