BPBD Kotamobagu Masih Buka Posko Bantuan

BPBD Kota Kotamobagu masih membuka Posko Bantuan untuk korban bencana banjir Manado dan Karangetang.

TRIBUNMANADO/HANDHIKA DAWANGI
Kepala BPBD Kotamobagu, Refly Mokoginta 

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kotamobagu masih membuka Posko Bantuan untuk korban bencana banjir Manado dan Karangetang.

"Kami masih membuka Posko Bantuan di Kantor BPBD Jalan Kampus Kelurahan Mogolaing Kecamatan Kotamobagu Barat," ujar Kepala BPBD Refly Mokoginta kepada Tribun Manado, Minggu (10/02/2019) pagi.

Hingga saat ini lanjut Refly yang datang membawa bantuan sudah ada dari salah satu sekolah dasar. "Bantuan yang masuk baru dari sekolah dasar yakni beras satu karung dan mi instan dua dus," ujar Refly.

Baca: BPBD Kotamobagu Buka Posko Bantuan Bencana Manado dan Gunung Karangetang

Lanjut Refly, BPBD akan membuka Posko sampai akhir Februari. "Namun kita tetap melihat kondisi. Sampai bantuan yang masuk cukup untuk disalurkan," ujar Refly.

Refly kembali menyampaikan agar bagi masyarakat yang ingin menyerahkan bantuan silakan bawa ke kantornya."Bagi masyarakat Kotamobagu yang akan memberikan bantuan silakan dibawa," ujar Refly.

Refly mengatakan nantinya setelah bantuan sudah terkumpul, selanjutnya akan langsung dibawa ke lokasi bencana.

Baca: Antisipasi Banjir, BPBD Kotamobagu Lakukan Pengerukan Sungai

Untuk wilayah Kota Kotamobagu lanjut Refly belum ada laporan yang masuk. "Sampai saat ini belum ada laporan bencana yang masuk," ujar Refly.

Refly mengatakan meski demikian BPBD Kotamobagu tetap siap siaga dan terus melakukan pemantauan diwilayah rawan bencana. "Lokasi rawan bencana longsor yakni Kotobangon, Gogagoman, dan Moyag," ujar Refly.

Baca: BPBD Kotamobagu Ajukan Bantuan Rp 47 Miliar ke BNPB

Refly meminta masyarakat agar tetap waspada saat hujan turun. Dia meminta orangtua melarang anak-anak untuk bermain di sungai maupun di drainase jika sudah terjadi hujan.

Dan jika terjadi bencana di imbau kepada masyarakat agar segera melaporkan kepada pemerintah setempat untuk penanganan cepat.

"Bagi masyarakat jangan mendekati pohon-pohon yang rawan roboh agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Refly. (dik)

Berita Populer: Mimpi Gigi Copot, Benarkah Ada Keluarga yang Akan Meninggal? Begini Penjelasannya!

Penulis: Handhika Dawangi
Editor:
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved