Soal Pembunuh Wartawan Bali, PDIP Minta Pemerintah Batalkan Remisi Susrama

PDI Perjuangan meminta agar Pemerintah segera membatalkan remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, pelaku pidana pembunuhan wartawan AA Narendra

Soal Pembunuh Wartawan Bali, PDIP Minta Pemerintah Batalkan Remisi Susrama
Tribun Bali
Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) melakukan aksi menolak Remisi Terpidana, I Nyoman Susrama, aktor utama pembunuhan berencana Jurnalis Prabangsa dari Monumen Bajra Sandhi menuju Kanwil Menkumham, Renon, Denpasar, Rabu (25/1/2019). Dalam aksinya mereka menuntut Presiden Jokowi mencabut keppres No 29 tahun 2018 tentang pemberian remisi berupa perubahan dari pidana seumur hidup menjadi pidana penjara sementara. Tribun Bali/Rizal Fanany 

TRIBUNMANADO.CO.ID - PDI Perjuangan meminta agar Pemerintah segera membatalkan remisi yang diberikan kepada I Nyoman Susrama, pelaku pidana pembunuhan wartawan AA Narendra Prabangsa.

Sebelumnya, Susrama diputuskan menerima remisi, dari hukuman seumur hidup menjadi 20 tahun.

Keputusan remisi itu didasarkan pasal Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 Tahun 1999 Tentang Remisi.

"Remisi ini harus ditinjau ulang dan dicabut. PDI Perjuangan merekomendasikan pembatalan remisi tersebut, dan kami yakin pemerintahan demokratis Pak Jokowi akan membatalkan remisi tersebut," ujar Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, di sela Safari Kebangsaan VII, di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/2/2019).

Baca: Waduh, Jumlah Pengunjung Bandara Ini Turun 2000 Penumpang karena Soal Harga Tiket

Baca: Ini Pengakuan Teman Kos soal Alfianus yang Tewas Setelah Makan Durian Campur Kopi dan Suplemen

Hasto menyatakan pihaknya menilai satu di antara indikasi demokrasi yang sehat adalah kebebasan pers.

"Indonesia harus bebas dari intimidasi, dan kekerasan terhadap insan pers," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikannya merayakan Hari Pers Nasional 2019.

Menurut Hasto, sejarah panjang pers Indonesia melibatkan diri dalam perjuangan pembebasan bangsa Indonesia dari penjajahan, penindasan.

Dan karenanya penuh penghormatan terhadap demokrasi, keadilan, dan kemanusiaan.

Dalam perjuangan pembebasan Irian Barat, melalui diplomasinya internasional di Amerika Serikat, Bung Karno menegaskan bahwa pers melahirkan kekuatan terang peradaban.

Halaman
12
Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved