Lima Pedoman Panglima TNI dalam Operasi Gaktib dan Yustisi

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan prajurit profesional adalah prajurit yang memahami hukum

Lima Pedoman Panglima TNI dalam Operasi Gaktib dan Yustisi
Tribun manado / Christian Wayongkere
Operasi Gaktib dan Yustisi 

Lima Pedoman Panglima TNI dalam Operasi Gaktib dan Yustisi

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan prajurit profesional adalah prajurit yang memahami hukum.

Hal ini terkait dengan dimulainya Operasi Penegakkan Hukum (Gaktib) dan Yustisi diseluruh wilayah Indonesia yang dimulai Jumat (8/2/2019).

Menurut Panglima TNI dalam sambutan tertulis yang dibaca Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Fajar Setyawan, dalam upacara gelar pasukan di Makodam XIII/Merdeka Jumat kemarin, Operasi Gaktib dan Operasi Yustisi merupakan salah satu upaya memelihara dan meningkatkan profesionalisme prajurit TNI.

Prajurit yang profesional adalah prajurit yang memahami hukum dan mematuhinya, tidak hanya di masa perang tetapi juga di masa damai.

Baca: Penutupan Latihan Pengamanan Pileg dan Pilpres 2019, Ini Pesan Pangdam XIII kepada Personel

Baca: Makodam XIII/Merdeka, Upacara Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi diikuti Para Tamu dari Berbagai Pihak

Pemahaman dan kepatuhan terhadap hukum tersebut semakin mengemuka mengingat kompleksitas ancaman yang dihadapi oleh TNI.

Perkembangan teknologi memungkinkan munculnya bentuk pelanggaran baru.

Lebih lanjut Panglima sampaikan, prajurit POM TNI harus melek tehnologi sehingga bisa menindak prajurit TNI dalam pelanggaran media sosial.

Operasi Gaktib dan Yustisi
Operasi Gaktib dan Yustisi (Tribun manado / Christian Wayongkere)

Dalam mengantisipasi meningkatnya kejahatan menggunakan media sosial dan media elektronik (kejahatan siber dan ITE), prajurit POM TNI harus mampu mengikuti perkembangan teknologi.

"Hal ini bertujuan untuk mencegah dan menindak kejahatan dimaksud, guna membentengi pengaruh negatif medsos, serta menjaga nama baik TNI dari penyebaran berita palsu (hoaks)," kata Marsekal Hadi Tjahjanto.

Halaman
12
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved