KPU Rencana Debat Pilpres Tahap Dua Ada ‘Tarung Bebas’, Tumbelaka: Harus Dikontrol Moderator Andal

KPU saat ini sementara membahasa teknis debat putaran kedua, satu yang diwacanakan bakal ada “tarung bebas” dalam debat ini

KPU Rencana Debat Pilpres Tahap Dua Ada ‘Tarung Bebas’, Tumbelaka: Harus Dikontrol Moderator Andal
Tribun Manado/Ryo Noor
Pengamat Politik Sulut Taufik Tumbelaka 

KPU Rencana Debat Pilpres Tahap Dua Ada ‘Tarung Bebas’, Tumbelaka: Harus Dikontrol Moderator Andal

TRIBUN MANADO.CO. ID, MANADO - KPU saat ini sementara membahasa teknis debat putaran kedua, satu yang diwacanakan bakal ada “tarung bebas” dalam debat ini.

Menurut Pengamat Politik Taufik Tumbelaka, penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU, seperti kebingungan membuat masyarakat semakin antusias kepada pemilu khususnya Pilpres yang akan jatuh pada April nanti.

Upaya menyajikan debat antara capres pada "episode" pertama nampaknya dianggap sebagian kalangan kurang greget sehingga perhatian dari masyarakat tidak sesuai ekspektasi.

Adanya wacana "tarung bebas" menjadi salah satu alternatif bisa saja dilakukan, namun jika "tarung bebas" itu gagal dikontrol oleh moderator, maka akan berpotensi kontraproduktif yang timbul malah ketidaksukaan kepada masyarakat karena dianggap tidak sesuai kultur kita.

Baca: Format Debat Pilpres Kedua KPU ‘Tarung Bebas’: PDIP Yakin Jokowi Tetap Unggul

Baca: KPU Sulut Laporkan Rekam Data Pemilih Terakhir ke Gubernur

Baca: KPU Sulut dan KPU Minahasa Fasilitasi Praja IPDN Salurkan Hak Suara di Pileg 2019

 

Untuk itu jika memang "tarung bebas" akan menjadi pilihan dalam debat capres berikut, maka KPU perlu meminta komitmen yang kuat dari para capres agar tetap mengedepankan etika politik dan kesantunan yang sesuai kearifan Indonesia.

Sebenarnya menarik atau tidaknya debat capres tergantung dari para calon itu sendiri dalam penampilannya, hal ini nampak lebih menjadi tantangan KPU untuk "menggiring" untuk tampil all out dan ini tidak mudah, dikarenakan nampaknya jika diperhatikan manuver politik yang dimunculkan lebih memainkan manajemen isu melalui perang di media massa dan media sosial guna menggiring opini publik.

Kapolda Sulut Irjen Sigid Tri Hardjanto berbincang dengan komisioner KPU di Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Wenang, Jumat (11/1/2019).
Kapolda Sulut Irjen Sigid Tri Hardjanto berbincang dengan komisioner KPU di Kantor KPU, Jalan Diponegoro, Wenang, Jumat (11/1/2019). (Tribun Manado)

Cara ini terlihat lebih disukai oleh tim dari masing-masing paslon sehingga ada kesan debat resmi tidak dijadikan media utama dalam rangka menaikan elektabilitas.

Sebenarnya yang lebih tepat dikhawatirkan bukan seberapa menarik atau tidaknya debat resmi antar-capres yang diselenggarkan oleh KPU.

Tapi tantangan bagi KPU menjadikan debat capres sebagai masyarakat dalam mengenal lebih dalam tentang gagasan-gagasan yang diajukan, sehingga masyarakat bisa melihat perdebatan yang sehari-hari disuguhkan ke masyarakat oleh masing pihak sebagai strategi pemenangan hanya menjadi penambah informasi guna menentukan pilihan politiknya.(art)

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved