CCTV di Kantor PT Liga Indonesia Hilang, Satgas Antimafia Bola Lakukan Pendalaman

Mabes Polri menyebut ada upaya lain menghambat penyelidikan Satgas Antimafia Bola, selain dari pengrusakan dokumen diduga keuangan Persija.

CCTV di Kantor PT Liga Indonesia Hilang, Satgas Antimafia Bola Lakukan Pendalaman
Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com
Satgas Antimafia Bola geledah PT Liga Indonesia beberapa waktu lalu 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Mabes Polri menyebut ada upaya lain untuk menghambat penyelidikan Satgas Antimafia Bola, selain dari pengrusakan dokumen diduga keuangan Persija.

Dilansir dari tribunnews.com Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Syahar Diantono mengatakan hal itu adalah upaya menghilangkan CCTV di kantor PT Liga Indonesia.

"Kita dalami itu (CCTV), termasuk informasi juga ada berusaha untuk menghilangkan CCTV itu," ujar Syahar, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019).

Ia menegaskan para penyidik masih mendalami upaya-upaya yang diduga menghambat penyidikan tersebut.

Baca: Bulan Ini, Donald Trump dan Kim Jong Un Mengadakan Pertemuan Kedua

Baca: Jaksa Pastikan Ahmad Dhani Jalani Persidangan di PN Surabaya

Syahar meminta waktu agar para penyidik Satgas Antimafia Bola dapat mendalami kasus ini.

"Itu dugaan-dugaan, kemudian masih didalami penyidik. Kita mohon waktu, satgas mohon waktu untuk mendalami itu," jelasnya.

Selain itu, ia menyatakan adanya saksi yang mengakui dokumen diduga keuangan Persija sengaja dirusak.

"Sudah ada saksi yang mengatakan itu, yang memberikan kesaksian bahwa memang benar mereka ini melakukan (perusakan dokumen) saat sebelum dilakukan penggeledahan," kata dia.

Baca: Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ajukan Pledoy: Mudah-mudahan Hakim Melihat Ini Semua

Baca: Beredar Surat Bahar bin Smith: Penjara yang Kalian Anggap Neraka, Bagi Kami Surga

Syahar mengaku telah mengetahui identitas pelaku yang melakukan pengrusakan dokumen tersebut.

Namun, ia enggan membeberkan hal itu meski pihak internal PT Liga Indonesia sudah memberi kesaksian.

"Ada, yang melakukan ada, sudah mengakui dari internal mereka lah, itu kan di PT Liga itu, sudah ada, namun nantilah," pungkasnya. 

Editor: Rhendi Umar
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved