Tol Laut Rute Sulut Butuh Tambah Frekuensi, Armada dan Fasilitas di Pelabuhan

Kepala Badan Perbatasan Daerah Sulut Djemy Gagola mengatakan, meski tol laut sudah beroperasi dengan rute yang sudah ditetapkan masih ada kendala

Tol Laut Rute Sulut Butuh Tambah Frekuensi, Armada dan Fasilitas di Pelabuhan
Tribun Manado
Penumpang di pelabuhan Ulu Siau 

Tol Laut Rute Sulut Butuh Tambah Frekuensi, Armada dan Fasilitas di Pelabuhan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tol Laut Rute Sulut masih dikeluhkan operasionalnya.

Kepala Badan Perbatasan Daerah Sulut Djemy Gagola mengatakan, meski sudah beroperasi dengan rute kapal yang sudah ditetapkan tetapkan masih ada kendala yang harus diatasi.

Ia menjabarkan, sejumlah kendala, yakni frekuensi pelayaran kapal, infrastruktur pendukung, dan suplai komoditas perdagangan dari pulau-pulau

Gagola menjelaskan, soal rute pelayaram kapal melalui Tol Laut yakni terdiri dari kapal induk, dan kapal fider atau kapal penghubung.

Kapal induk mengawali rute dari Surabaya, Makassar dan Tahuna.

Baca: Tol Laut ke Biaro-Tagulandang-Buhias Tak Maksimal, Ini Komentar Kepala Pelabuhan Kelas III Ulu Siau

Baca: Pemkab Sitaro dan BUMN Tandatangani Kesepakatan Terkait Akses Tol Laut

Baca: TEMAS Line Buka 10 Rute Baru, Komit Dukung Tol Laut Indonesia

Kemudian lanjut dengan kapal penghubung menjangkau pelabuhan kecil di pulau-pulau, seperti Kahakitang, Buhias, Tagulandang, Melonguane, Kakarotan, Miangas dan Marore.

"Yang dipasok itu sesuai pesanan pedagang, mulai dari sembako sampai bahan bangunan, semen, besi dari Jawa," kata dia kepada tribunmanado.co.id, Senin (4/2/2019).

Kendala pertama soal frekuensi pelayaran kapal. Kapal melintas tol laut hanya sebulan sekali

"Kapal Induk itu hanya sebulan sekali," kata dia.

Halaman
123
Penulis: Ryo_Noor
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved