Penganiaya 2 Staf KPK Diduga Bekerja di Hotel Borobudur Jakarta, Seperti Ini Versi Keduanya

Febri mengingatkan, serangan terhadap pegawai KPK tak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Apalagi, melalui tindakan main hakim sendiri.

Penganiaya 2 Staf KPK Diduga Bekerja di Hotel Borobudur Jakarta, Seperti Ini Versi Keduanya
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan (kanan) bersama Juru Bicara KPK Febri Diansyah (kiri) memberikan keterangan pers mengenai penetapan tersangka baru dalam kasus tindak pidana korupsi, di gedung KPK, Jakarta, Selasa (30/10/2018). Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi terkait dengan perolehan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik pada APBN tahun anggaran 2016 untuk alokasi APBD Perubahan Kabupaten Kebumen tahun anggaran 2016. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan dugaan penganiayaan terhadap dua pegawainya yang sedang bertugas.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengungkapkan, pelaporan dilakukan ke Polda Metro Jaya, Minggu (3/2/2019).

Baca: Petugas Rutan Bantaeng Temukan Makanan untuk Warga Binaan Berisi HP

"Dari proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan ditangani Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Krimum Polda Metro Jaya," kata Febri dalam keterangan tertulis, Minggu sore.

Febri memaparkan, dugaan penganiaayan itu berawal pada Sabtu (2/2/2019) malam di Hotel Borobudur, Jakarta.

Saat itu, pegawai KPK ditugaskan ke lapangan untuk mengecek informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

Baca: KPK laporkan Kasus Penganiayaan Dua Anggotanya Ke Polda Metro Jaya

Baca: Ini Harapan Umat Tridharma pada Tahun Baru Imlek 2570

Baca: Aniaya Nenek 65 Tahun Hingga Tewas, Mursalim Akhirnya Ditangkap Polisi

"Dua pegawai KPK yang bertugas tersebut mendapat tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan pada bagian tubuh," kata dia.

Meskipun kedua petugas itu menunjukkan identitas KPK, pemukulan tetap dilakukan terhadap keduanya.

Saat ini, kata Febri, kedua pegawai telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

"Sekarang tim sedang dirawat dan segera akan dilakukan operasi. Ada retak pada hidung dan luka sobekan pada wajah," kata dia.

Febri mengingatkan, serangan terhadap pegawai KPK tak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun. Apalagi, melalui tindakan main hakim sendiri.

Baca: Bonceng 80 Liter Miras Jenis Ballo, Pengusaha Asal Tompobulu Akhirnya Diciduk Polisi

Baca: Disoraki Huu Oleh Para Penyuluh Pertanian di Semarang, Ini Komentar Jokowi

Halaman
12
Editor: Nielton Durado
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved