Moinit, Pantai Air Panas di Minahasa Selatan, Terancam Kehilangan Peminat Hanya karena Jalan Rusak

Yulin Tumbuan, pengelolah Pantai Moinit, menuturkan, dulunya tempat ini ramai pengunjung, tapi sekarang hanya ramai pada hari libur atau akhir pekan.

Moinit, Pantai Air Panas di Minahasa Selatan, Terancam Kehilangan Peminat Hanya karena Jalan Rusak
Tribunmanado
Pantai Moinit Taawang Timur 

Laporan Wartawan Tribun Manado Andrew Pattymahu

TRIBUNMANADO.CO.ID, AMURANG - Bicara soal keindahan dan pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan, memang tak akan habis kata untuk merangkaikannya.

Misalnya saja, belum lama ini salah satu televisi swasta nasional meliput keindahan di Gunung Payung, Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo yang dikenal dengan sebutan 'Negeri di atas awan'.

Acara yang dipandu artis Rio Dewanto bertajuk 'My Trip My Adventure' ini menampilkan eksotisme alam di Gunung Payung yang tertutup awan.

Hamparan awan putih keemasan yang menutupi perkebunan warga di sisi timur Gunung Payung adalah anugerah bagi kabupaten yang mekar pada tanggal 27 Januari 2003 ini.

Baca: Gunung Payung, Negeri di Atas Awan di Ranoyapo, Suguhkan Keindahan yang Memesona

Tapi tahukah Anda, ternyata di Minsel punya air panas laut dan merupakan satu-satunya di Sulawesi Utara? Yah, air panas laut ini berada di Pantai Moinit, Desa Tawaang, Kecamatan Tenga.

Untuk ke lokasi ini harus menempuh perjalanan darat dari Amurang sekitar 30 menit. Lokasi tersebut tepat berada di belakang sekolah Balai Diklat Pelayaran Minahasa Selatan.

Untuk akses ke lokasi, pengunjung harus mengikuti dari jalan masuk PLTU Moinit. Sayangnya untuk sampai ke lokasi, pengunjung akan menemui akses jalan yang rusak 1 kilometer.

Yulin Tumbuan, pengelolah Pantai Moinit, menuturkan, dulunya tempat ini ramai pengunjung, tapi sekarang hanya ramai pada hari libur atau akhir pekan.

Baca: Pantai Moinit Taawang Timur Menyimpan Sejarah Perang Suku Minahasa dan Mindanau

Kendala utama kurangnya wisatawan yakni akses jalan menuju pantai yang rusak berat.

"Dulunya jalan ini bagus, tapi karena ada proyek dan ada alat-alat besar yang masuk, maka perlahan-lahan rusak," kata dia.

Yulin berharap pemerintah maupun dinas terkait memperhatikan lokasi wisata tersebut.

Menurutnya, beberapa turis dari Jepang dan Belanda pernah mampir di Pantai Moinit.

"Semoga ada perhatian dan jalan ini normal kembali agar pantai ramai seperti lalu," kata dia. (*)

Penulis: Andrew_Pattymahu
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved