Lava Gunung Karangetang

Karangetang Berbahaya, Polsek Sibar dan Koramil 02 Siau Larang Warga ke Kampung Batubulan

Yang berbahaya adalah awan panas yang menyertai guguran lava tersebut, serta bebatuan panas yang bisa menerpa siapa saja.

Karangetang Berbahaya, Polsek Sibar dan Koramil 02 Siau Larang Warga ke Kampung Batubulan
Tribun Manado
Personel Polsek Siau Barat dan Koramil 02 Siau bersiaga di Desa Kawahang, Sabtu (2/2/2019), mengantisipasi warga yang hendak ke Batubulan. 

Laporan Wartawan Tribun Manado Alpen Martinus

TRIBUNMANADO.CO.ID, SIAU - Setelah Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro mengeluarkan guguran lava, sejumlah personel Polsek Siau Barat dan Koramil 02 Siau bersiaga di Desa Kawahang, Sabtu (2/2/2019).

Mereka bertugas untuk mengevakuasi warga yang masih berada di kebun atau rumah.

Selain itu, mereka juga harus mencegah warga yang hendak ke Batubulan, daerah yang dikhawatirkan berbahaya.

"Jalur ini sudah dilarang untuk dilewati warga, sebab guguran lava sudah dekat dengan jalan atau jembatan," jelas Kompol Johanis Sasebohe, Kapolsek Siau Barat.

Baca: Gunung Karangetang Lepaskan Guguran Lava, Jumlah Warga yang Dievakuasi Bertambah

Baca: Gunung Karangetang Keluarkan Lava Panas, Empat Keluarga di Kampung Batu Bulan Dievakuasi

Ia menjelaskan, yang berbahaya adalah awan panas yang menyertai guguran lava tersebut, serta bebatuan panas yang bisa menerpa siapa saja.

"Tadi kami pastikan, warga yang masih di rumah atau kebun kami ungsikan bersama ke tempat yang aman," jelasnya.

Ia melibatkan 29 personelnya untuk berjaga di situ, juga ada dari Polsek Siau Timur yang datang membantu.

Danramil 02 Siau Kapten Inf Pitter Masina mengatakan, sejak mendapatkan informasi, ia bersama personelnya langsung turun ke lokasi untuk membantu melakukan evakuasi warga.

Baca: Guguran Lava Panas Karangetang Mengarah Ke Kali Malebuhe

Baca: Gunung Karangetang Keluarkan Asap Kelabu Tebal Disertai Suara Gemuruh

"Tadi kami bersama dengan kepolisian dan BPBD evakuasi warga, sebab kami tidak bisa sendiri, tapi harus bersama," jelas dia.

Ada sekitar 13 anggotanya yang ikut melakukan pengamanan bersama dengan kepolisian.

Sesekali dari anggota TNI dan Polri melakukan pengamatan terhadap jalannya guguran lava tersebut.

Menurut informasi terakhir guguran lava sudah semakin mendekat, jaraknya kira-kira 150 meter dari jembatan kali Malebuhe. (*)

Penulis: Alpen_Martinus
Editor: maximus conterius
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved