Pelaku UMKM Sulut Curhat, Sulitnya Mengakses Pinjaman Modal Usaha Jika Tanpa Agunan

Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut menjadi wadah Pelaku UMKM menumpahkan uneg-unegnya

Pelaku UMKM Sulut Curhat, Sulitnya Mengakses Pinjaman Modal Usaha Jika Tanpa Agunan
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut menjadi wadah Pelaku UMKM menumpahkan uneg-unegnya. 

Pelaku UMKM Sulut Curhat, Sulitnya Mengakses Pinjaman Modal Usaha Jika Tanpa Agunan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Workshop UMKM Capacity Building yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulut menjadi wadah Pelaku UMKM menumpahkan uneg-unegnya.

Ratusan peserta UMKM datang dari Manado dan sekitarnya. Sebagian di antaranya dalam diskusi mengungkapkan keluhan sulitnya mengakses permodalan.

Wulandari, warga Kanaan Lingkungan I Kelurahan Ranotana Weru, Manado misalnya. Ia mengaku sempat beberapa kali mencoba mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) tapi tak pernah berhasil.

Baca: BI Sulut Pacu Ratusan Pelaku UMKM Go Digital

Baca: Adriana Dondokambey Gandeng BEKRAF untuk Kembangkan Produk UMKM Lokal

Menurutnya, ia sempat mencoba mencari pinjaman di bank. Ada beberapa bank datang menawari KUR.

"Sudah sempat tanya ini itu tapi bank minta agunan. Minimal sertifikat. Saya tak punya ya terpaksa modal diputar dari hasil jualan setiap hari," kata Wulandari dalam workshop yang digelar di ballroom Four Points Manado by Sheraton, Jumat (1/2/2019).

Wulandari berharap BI dan pihak terkait bisa membuat terobosan sehingga pelaku usaha kecil seperti dirinya bisa mengakses modal usaha tanpa agunan.

"Bagi kami yang tak punya aset untuk diagunkan terpaksa modalnya kecil diambil dari hasil jualan setiap hari," kata Wulan yang memiliki usaha Jajanan Kanaan.

Kepala Perwakilan Sulut, Soekowardojo berbicara saat pembukaan Workshop Capacity Building di ballroom Fourpoints Manado, Jumat (1/2/2019).
Kepala Perwakilan Sulut, Soekowardojo berbicara saat pembukaan Workshop Capacity Building di ballroom Fourpoints Manado, Jumat (1/2/2019). (Tribun Manado / Fernando Lumowa)

Hal senada diutarakan Ketua Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) Sulut, Servy Kilis. Ia mengatakan, persoalan klasik yang mendera pelaku UMKM ialah keterbatasan modal usaha.

Karena itu, BI perlu melakukan pendampingan kepada pelaku UMKM.

"BI mungkin bisa memfasilitasi, menggandeng beberapa bank dan memberi pinjaman lunak kepada UMKM," kata Kilis yang bergerak di usaha olahan hasil perikanan.

Jika nantinya dalam proses pendampingan ditemukan ada kendala, dicari solusinya.

Dia menilai bahwa UMKM di Sulut masih butuh pelatihan pentingnya pengelolaan keuangan usaha yang teratur.(ndo)

Penulis: Fernando_Lumowa
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved