Jon Duarmas, Guru SMK Negeri 9 Manado Korban Longsor di Taas, Tetangga Sempat Dengar Suara Gemuruh

Hujan deras yang melanda Kota Manado sejak subuh tadi mengakibatkan beberapa daerah terkena banjir dan tanah longsor

Jon Duarmas, Guru SMK Negeri 9 Manado Korban Longsor di Taas, Tetangga Sempat Dengar Suara Gemuruh
Istimewa
Jon Duarmas, Guru SMK Negeri 9 Korban Longsor di Taas 

 Jon Duarmas, Guru SMK Negeri 9 Korban Longsor di Taas, Tetangga Sempat Dengar Suara Gemuruh

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hujan deras yang melanda Kota Manado sejak subuh tadi mengakibatkan beberapa daerah terkena banjir dan tanah longsor

Salah satunya daerah Taas Lingkungan 1,mengalami tanah longsor yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, Jon Tinofer Duarmas (45), merupakan guru di SMK Negeri 9 Manado

Menurut keterangan tetangga sebelah rumah korban, yang tak mau dipublikasikan namanya, kepada tribunmanado.co.id, Jumat (1/2/2019), menerangkan dirinya saat itu bersama warga lainnya sementara memantau keadaan tanah yang memang mengalami longsor kecil di lorong sebelah, dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti guntur yang cukup lama

"Saya bersama warga sementara memantau longsor yang di lorong sebelah itu, dan tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti guntur yang cukup lama," ujarnya.

Baca: Gubernur Olly Dondokambey Temui Langsung Korban Banjir dan Longsor di Manado, Berikut Foto-fotonya

Baca: Hujan Deras di Manado, Ini Titik Banjir dan Longsor!

Baca: Bank SulutGo Bantu Korban Banjir Manado, Siapkan Bantuan Lanjutan Pasca-Bencana

Baca: BPBD Sitaro ingatkan Cuaca Ekstrem Bisa Picu Banjir dan Tanah Longsor

Lanjutnya, ketika dia hendak balik rumah, dia melihat tanah sudah ambruk di rumah korban sehingga dirinya memanggil warga lainnya untuk melihat.

"Ketika mau balik rumah saya melihat tanah sudah masuk rumahnya, langsung saya memanggil warga lainnya untuk mengecek," ujarnya.

Opa Ambrosius dibopong cucunya
Opa Ambrosius dibopong cucunya (Jufry Mantak)

"Saat itu juga saya bersama satu orang teman langsung mengevakuasi keluarga korban, yaitu kedua anaknya dan kedua orangtua dari istrinya," ujarnya

Ketika melihat ada motor korban, dirinya langsung menanyakan keberadaan korban

"Ketika melihat motor korban ada, saya menanyakan keberadaanya, dan keluarga mengatakan ada di dalam rumah, kami tidak bisa kedalam karena tanah masih terus turun," ujarnya

Menurut cerita keluarga kepada warga, korban saat itu hendak mengambil sarapan pagi di dapur

Senada dengan saksi, Irna, warga setempat lainnya mengatakan, korban yang hendak sarapan itu, dapurnya memang tepat di samping tebing yang longsor itu dan korban akan di semayamkan di Kamangta, kampung Istrinya

"Dapurnya kalau mau buka pintu sudah tebing yang longsor itu, dan Korban saya dengar akan dibawa di Kamangta, kampung istrinya," ujarnya

Penulis:
Editor: David_Kusuma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved